Minggu, 11 November 2012

10 november tanggal indonesia


Siapa hero?
Siapakah super hero itu ?
Batman, superman, spidermen,catwoman”.. seraya mengatakan dengan lantang dan percaya diri.
Jawaban itu didapat dari sebuah pertanyaan yang dilontarkan kepada pada murid – murid taman kanak – kanak. Jawaban itu semua benar, karena memang itulah yang mereka ketahui. Atas serial film anak – anak yang mereka tonton. Dan yang hadir di setiap hari bahkan hampir seharian penuh jika weekend dan hari libur (tanggal merah). Dan orang tua pun tak terlalu menggubris setiap film yang anak mereka tonton, bagi mereka asal film bernuansa kartun dan yang berbau anak – anak itu adalah baik. Padahal dari hal sekecil itulah yang bisa membentuk karakter seseorang.
Bahkan ada anak yang masih play grup sudah mengidolakan salah satu dari karakter film yang mereka tonton. Dengan begitu apapun yang berhubungan dengan idolanya itu pasti akan dia jadikan panutan. Dari bahasa, gaya pakaiannya, atribut yang melengkapi penampilannya, hingga tingkah laku yang dia lakukan.
Dari atribut atau aksesoris dari karakter di film anak – anak sangat mudah di temui di pasaran. Seperti halnya robot, pedang, topeng hingga kostumnya lengkap. Hingga tak jarang anak perperilaku layaknya tindakan yang dilakukan idolanya itu. Dia memukul temannya yang hanya menyentuhnya atau mengajaknya bercanda, dia beranggapan bahwa anak itu musuh dan dia sebagai pahlawannya.
Hingga kebiasaan itu terjadi hingga beranjak sekolah dasar. Dan dia belum juga mengerti bahwa hero yang mereka idolakan sebenarnya hanya fiktif belaka. Rekaan dan main animasi saja.
Terus siapakah yang disebut hero yang sesungguhnya? Apakah pahlawan yang berjuang mengusir penjajah dan berhasil meraih kemerdekaan? Kalau hanya seperti itu pasti sekarang sudah tidak ada hero yang baru. Semisal hero adalah orang yang berseragam rapi yang di dadanya terdapat pin bintang dan symbol negara, serta di bekali dengan senjata lenkap saja, tetapi kenapa guru juga disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa? Dalam agama islam menyebutkan bahwa hero adalah Rosullulah SAW yang telah membawa umat manusia ke jalan yang terang, tapi bagaiman dengan agama yang lain apa tidak ada hero?
Hero adalah suatu tindakan, dimana seseorang dapat menjadi penolong bagi yang membutuhkan. Tidak hanya yang pandai, berpangkat jenderal dengan seragam symbol negara, badannya kekar dan kuat namun juga hatinya yang tulus iklas membantu orang yang kesusahan.
Tidak harus kaya, tidak harus dengan harta atau uang. Setiap orang bisa melihat apa yang dibutuhkan oleh saudaranya. Bisa saja jasa. Ketika kamu sedang menunggu jemputan sepulang sekolah, terdapat seorang tukang becak menghampiri dirimu dan menawarkan mengantar mu pulang, memang tidak gratis tapi ketulusan yang mereka berikan pastinya tak sebanding dengan rupiah yang kamu berikan sebagai balas jasanya.
Disaat ban motor atau sepeda mu tanpa sengaja menginjak kerikil dijalan dan akhirnya kempes di tengah jalan, kamu mencari sebuah bengkel dan membutuhkan kebaikan montir untuk memperbaiki kendaraanmu itu. Dengan kotor belepotan dengan alat – alat perbengkelan mereka menjalaninya dengan senang hati.
Atau disaat kamu berjalan di sepanjang jalan raya saat pagi, banyak bisa kamu temui wanit atau laki – laki yang dengan semangat menyapu dan membersihkan dedaunan atau sampah plastic dan anorganik yang berserakan mungkin karena ulah pengguna jalan yang tidak bertanggung jawab. Apabila tak ada kelompok orang yang senantiasa menmbersihkan jalanan dan pusat kota, pasti kita tak akan hidup sehat dengan keadaan kota yang kotor.
Bahkan ketika bak sampah di dapur rumahmu penuh, jika tak ada tukang sampah atau pemulung pasti bak itu tak akan bersih. Dan lingkungan rumahmu bakal kotor dan berbau.
Memang itu semua adalah pekerjaan yang remeh,dan bahkan dipandang sebelah mata. Namun pekerjaannya itu sangat berjasa dan berguna bagi kehidupan kita dan mahluk hidup lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar