Tuhanku apa yang terjadi saat ini di dalam hatiku ? tak dapat
terdeteksi oleh logika-ku. Akan kah ini dosa? Trus apa yang harus aku lakukan
atas semua ini. aku rindu ingin bertemu dan bersua bercanda seperti dulu. Kala
ku sedih hadirnya ramaikan suasana,kala ku senang dia juga ikut senang
(katanya). Aku merasa semua akan baik –
baik saja. Itu dari dulu kalimat doaku. Harapan akan hatiku kepada- Nya.
Ternyata doaku tak berlaku. Bukan tak
didengar, karena kupercaya Tuhan maha Sembilan – Sembilan.
Semua bagai tlah berakhir
Jadi kenangan indah yang berhasil terukir di jejak Doko
Tak ayal ketika ku temukan pandangan hijau dipadu dengan sejuk hawa
surgawi aku pasti ingat lakon ku saat itu.
Dibalut kasih sayang seorang PEMUJA
bukan KEKASIH
Kasih suci, kuharap tak pernah terganti dan sirna dihempas awan yang
mulai berterbangan diatas ilalang.
Ternyata benar saja. Segala terbukti namun kadang tak sesuai dengan
impi.
Kasih suci berubah jadi
karunia ilahi. Dan bahkan tak hilang dihalang sang
surya dan rembulan yang menemani hari silih berganti.
Berkembang dan semakin mendebarkan
Tak terlihat. Hanya buram dalam angan – angan sudah berhasil buat
tubuh terasa ringan hingga bagai melayang di taman khayangan.
Apalagi jika bertemu ,bersuapun
pasti tak mampu .
Hujan badai kalahkan egoku,menanti adalah hal yang menantang untuk
dinikmati.
