Minggu, 21 Oktober 2012

temukan dirimu


Lontarkan satu soal tentang hati setiap insan
Siapa kamu dan apa yang kamu mau?

Terbersit pikiran melayang satu minggu yang lalu saat jadi ats, atau tiga minggu yang lalu saat aku duduk manis jadi peserta ESQ.
Soal yang sama dan telah terjawab saat ESQ.
Yang diinginkan manusia adalah SURGA. Benar sekali
Itulah hal pokok yang mendasari kita dalam beribadah kepad Sang pencipta. Tanpa disadari dengan pemikiran yang lebih lanjut, dengan apa kita bisa mencapai surge? Apakah kita sudah mulai mengumpulkan investasi buat modal beli Tiket pesawat ke Surga? Emang harga tiket SURga semurah dan semudah yang kamu bayangkan? Apakah kamu sudah siapkan modal lain (mental) yang matang?
NO !
Tak segampang udelmu. Bahkan andai kita mau mudik, lihat rel keretanya saja belum apalagi keretanya?. Sangat naïf jika kita menganggap sudah lebih dahulu satu langkah ke depan dari start umur yang disediakan.

Ditambah, parahnya lagi kita belum menemukan jati diri. Siapa kah aku sesungguhnya? Dan apa mau ku? Kali ini mohon jangan jawab SURGA. Lebih ke hal yang realistis. Kembalilah ke dalam dirimu, dan tanyakan ke dalam relung hatimu yang paling dalam siapa dirimu yang sebenarnya?
Sudah pantaskah dianggap sebagai mahasiswa?

Di sebuah forum atau seminar, diajukan satu pertanyaan kepada para audiens,disini siapa yang mau beasiswa ke luar negeri ? seluruhnya mengacungkan jari dengan lantang dan PD “saya”.
Sebelumnya apa kamu sudah puma rancangan masa depan,mau diaapakan kalo kamu dapat beasiswa itu dan siapa kamu itu (kembali ke pokok).

Kembali tengok ke dalam hatimu. Siapa kamu sebenarnya. Yang dimaksudkan pertanyaan ini adalah kamu itu punya bakat apa? Setiap manusia punya bakat sendiri – sendiri, dan jika dia dapat mengetahuuinya dan mengembangkannya menjadi suatu power “keahlian atau kompetensi” yang tidak bisa dicontoh dan di miliki oleh siapapun selain kamu. So apakah bakatmu? Jangan pernah bohongi dirimu sendiri. Suka nulis tapi tak pernah ada satupun yang mengetahui, karyamu pun tak pernah nongol di media. Bagaimana orang bisa menilai seberapa kamu berbakat, apa benar kamu bakat itu atau tidak. Beranikan dirimu tuk bebas expresikan dirimu kepada khalayak. Hingga kau dapat penilaian yang sangat penting buat kehidupanmu di masa depan. Jika para penilai mengatakan bahwa kamu tak bakat dalam bidang menulis mungkin ada bakat lain yang lebih kamu sembunyikan yang pada faktanya malah harus kamu angkat dan kembangkan menyeluruh. Bakat adalah yang : enjoy,excellent, easy saat kamu melakukannya. Dalam artian “menulis” kau merasa senang menulis, dan mudah menuang pikiran dalam otak ketimbang teman – temanmu yang lain.

Karya: boleh dikritik BAGUS, namun tidak boleh JELEK. Ibarat mengandung ide dalam otak dan melahirkannya sendiri. Orang lain tak berhak komentar jelek. Toh itulah ilikmu, tak ada urusan dengan mereka.

Apa kemauanmu? Orientasi pada pandangan masa depan. Setelah bakatmu terdeteksi dengan jelas,kau pun paham akan peran dan jati dirimu, giliran kau arahkan ke jalur yang sesuai. Media massa berhubungan dengan tulis – menulis. Hal ini dapat mengaitkan antara bakat dan usahamu. Jangan sampai tersesat dan salah jalur. Karena kau tak akan sampai kedalam kepuasaan batin yang sesungguhnya.

Bergabunglah dengan wadah yang lebih cekung dan luas. Hingga aspirasi mu tersalurkan. Diluar sana (kampusmu) banyak kumpulan orang yang berbakat dan ber”mau “ yang sama sepertimu. Jangan menutup diri karena bukumu tak selamanya mengulas tentang attitude dan praktek tingkah laku. Organisasi itu penting dilain dituntun untuk pintar berpengetahuan luas, juga harus pintas menempatkan dirinya dimasyarakat.

Mulailah merenung, lakukan dengan posisi yoga jika perlu.
Semoga kau temukan jati dirimu.
Dan doakan aku bersama mu . amin