Selasa, 03 Desember 2013

muncul lagi

Dulu kau dating membawa secerch hrapan
Jalani hidup engan pertemanan yang tiada bosan
Kau tulus, iklas. Batinku !
Namun ternyata dugaanku sirna
Terbutakan oleh suasana

Dirimu menampakkan keaslian
Dan kutemukan dlam wujud yang nyata
Kau bukan malaikat tanpa sayap
Juga bukan manusia titisan kaum hawa

Aku terperangah tak berdaya
Ketika kau dekap aku dalam pelukmu
Larut dihanyutkan waktu
Kau pagut sayap-sayapku
Lalu dengan seenaknya pergi menjauh dariku
Tinggalkan aku yang layu

Tuhan berlaku adil pada mahluknya
Aku berusaha menahan luka yang menganga
Mencipta angan-angan menghibur hati yang berduka
Butuh waktu sangat lama
Hingga akhirnya luka itu mongering dengan sendirinya
Aku mampu dengan lebih baik  jalani hidup dengan ranah berbeda

Tiba-tiba….
Kau hadir lagi
Dengan wujud yang sama
Andaikan kau bersolek lebih baik, netraku tak luput dari cerna
Malah kau tiada berbeda
Huh,! Menyedihkan!

Lihatlah dirimu yang berlumur dosa itu!
Apakah kau tidak merasa malu dengan Tuhanmu???




analisis sistem stuktural cekak

Sinopsis cekak  “Pancen Dudu Jodho”
Karya : Arfa Dhani Nugraha
(Makajalah Penyebar Semangat no.49-3 Desember 2011)
Pada umumnya cekak ini menceritakan dua oran insan, yaitu Nurul dan Dhani yang sejak kecil bersahabat,memiliki perasaan saling mencintai tapi tak pernah dinyatakan. Suatu ketika Nurul pergi pindah rumah tanpa pamit kepada Dhani. Hingga suatu hari Nurul datang kembali dan bertemu dengan sahabat lamanya,Dhani.
Pada suatu hari, Dhani bertemu dengan Nurul, yang tengah turun dari masjid setelah selesai menunaikan jamaah salat magrib. Pertemuan yang tidak disangka-sangka setelah lima tahun berpisah , karena ayah Nurul yang dialih tugaskan di daerah Papua dan memboyong semua anggota keluarga kesana. Rasa kecewa yang amsih dibendung dalam hati Dhani, seketika luntur menjadi rindhu yang tak terperi. Tutur sapa yang berlanjut obrolan seraya berjalan pulang.
Waktu sudah menunjukan hamper tengah malam, tetapi Dhani belum jug aterpejam. Dia masih menatap layar monitor di laptopnya, online dan membuka blog remaja masjid yang dulu pernah dia kerjakan dengan Nurul. Tiba-tiba saja handphone Dhani bordering, Nurul telepon mengundang Dhani agar besok pagi mau kerumahnya.
Esoknya, jam delapan pagi, Dhani sudah duduk di kursi ruang tamu rumah Nurul. Nurul memberikan sepucuk surat undangan untuknya. Seketika mata Dhani terbelalak, tak percaya melihat poto prewedding Nurul dengan seorang lelaki yang tidak dikenalnya. Dhani hanya mengucapkan selamat kepada Nurul. Lalu dia keluar dari ruangan tanpa pamit. Dengan cepat,dia pulang dan mengambil air untuk berwudlu. Sementara Nurul yang tadi mengikuti langkah Dhani dari belakang, kini duduk di lincak rumah Dhani. Setelah Dhani merasa sedikit tenang, dia menemui Nurul. Dan mengatakan yang sesungguhnya bahwa,sejak SD Dhani mencintai Nurul. Tanpa disangka, ternyata Nurul juga memiliki perasaan yang sama terhadap Dhani, tapi perasaan itu tidak pernah mereka sampaikan. Hingga akhirnya Nurul menikah dengan orang lain. Sejak pertemuan itu, Nurul tidak pernah lagi berkunjung ke rumah Dhani, begitu pula Dhani yang tidak menghadiri undangan resepsi pernikahan Nurul.
Unsur intrinsik

1. Tema
Tema merupakan persoalan pokok yang dibawakan pengarang dalam sebuah cerita atau novel. Sehingga darinya dapat ditarik sebuah alur pandangan dan cita-cita pengarang dalam karya sastranya. Tema novel sangat lazim menjadi permasalahan utama dan seringkali persoalan yang muncul berkaitan dengannya. Dalam Cekak ini, mengangkat tema yaitu Patah Hati.
2. Alur/plot
Alur merupakan urutan kejadian dalam sebuah cerita yang disampaikan pada novel. Berbagai kejadian itu terhubung dengan adanya sebab akibat, peristiwa atau permasalahan yang memunculkan masalah baru. Peristiwa itu digambarkan melalui tingkah laku, perbuatan, atau perilaku tokoh-tokoh dalam cerita. Novel ini memiliki Alur maju.
3. Sudut Pandang/ point of view
Sudut pandang sangat menentukan karakteristik dari novel, umumnya sudut pandang terkait erat dengan para tokoh yang dihadirkan. Kadang kala untuk menilai sebuah sudut pandang sebuah cerita bisa dinilai dari beberapa tulisan awal. Karena dari situlah cerita akan dibangun dan kemudian dikembangkan. Novel ini bersudut pandang Aku,orang pertama tokoh utama. Pengarang sebagai orang tokoh utama.
4. Latar / setting
Latar disebut juga setting adalah tempat ditampilkammya peristiwa itu terjadi.
Macam-macam Latar
a)      Latar Tempat
Latar tempat menggambarkan lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah cerita. Penggambaran latar tempat ini hendaklah tidak bertentangan dengan realita tempat yang bersangkutan, hingga pembaca (terutama yang mengenal tempat tersebut) menjadi tidak yakin dengan apa yang kita sampaikan.
a)      Latar Waktu
Latar Waktu menggambarkan kapan sebuah peristiwa itu terjadi. Dalam sebuah cerita sejarah, hal ini penting diperhatikan. Sebab waktu yang tidak konsisten akan menyebabkan rancunya sejarah itu sendiri. Latar waktu juga meliputi lamanya proses penceritaan
b)      Latar Suasana
Latar suasana merupakan lukisan status tokoh di dalam sebuah cerita yang ada di suatu kondisi tertentu, seperti keramaian, kesibukan dan sebagainya.
Latar dalam cekak ini sebagai berikut :
No
TEMPAT
WAKTU
SUASANA
1
Depan Masjid
selesai jamaah salat magrib 
Kecewa, perbincangan hangat


Perjalanan pulang dari masjid
perbincangan hangat


Malam jam 23.05 ketika Dhani online
Gembira, PD(percaya diri)
2
Rumah Nurul

Jam 8 pagi
mendebarkan
3
Rumah Dhani

Setelah wudlu,lalu Dhani menemui Nurul
Patah hati, sedih , kecewa

5. Tokoh dan Penokohan
Tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita rekaan sehingga peristiwa itu menjalin suatu cerita, sedangkan penokohan adalah cara pengarang menampilkan tokoh-tokoh dalam cerita sehingga dapat diketahui karakter atau sifat para tokoh itu. Penokohan dapat digambarkan melalui dialog antartokoh, tanggapan tokoh lain terhadap tokoh utama, atau pikiran-pikiran tokoh. Melalui penokohan, dapat diketahui bahwa karakter tokoh adalah seorang yang baik, jahat, atau bertanggung jawab.
Tokoh dan penokohan dalam Cekak ini adalah :
a)      Nurul Afridasari          : tegas, ramah.
b)      Mas Dhani                   : pemaaf, suka menolong,pasrah.
6. Amanat
Amanat atau tujuan pengarang yang disampaikan kepada pembaca melalui karyanya. Amanat dapat disampaikan oleh pengarang baik secara langsung maupun tidak langsung. Artinya amanat yang disampaikan langsung apabila amanat tersebut tersurat dalam karya sastra. Sedangkan amanat yang disampaikan secara tidak langsung, apabila amanat tersebut tersirat dalam karya sastra.
Amanat yang terkandung dalam novel ini antara lain :
1.      Pasrah dan iklas menyerahkan semua urusan jodoh kepada Tuhan.
2.      Menjadi orang yang suka memaafkan kesalahan orang lain.
3.      Tidak menyimpan perasaan dendam.
4.      Ringan tangan(suka menolong) nlebih-lebih kepda orang yang membutuhkan
5.      Ikut senang, walaupun sebenarnya hati tidak berkenan(menahan sedih).
6.      Menjalin silaturohmi dengan komunikasi yang baik agar tidak ada penyesalan.