Dulu kau dating membawa
secerch hrapan
Jalani hidup engan
pertemanan yang tiada bosan
Kau tulus, iklas. Batinku
!
Namun ternyata
dugaanku sirna
Terbutakan oleh
suasana
Dirimu menampakkan keaslian
Dan kutemukan dlam
wujud yang nyata
Kau bukan malaikat
tanpa sayap
Juga bukan manusia
titisan kaum hawa
Aku terperangah tak
berdaya
Ketika kau dekap aku
dalam pelukmu
Larut dihanyutkan
waktu
Kau pagut
sayap-sayapku
Lalu dengan seenaknya
pergi menjauh dariku
Tinggalkan aku yang
layu
Tuhan berlaku adil
pada mahluknya
Aku berusaha menahan
luka yang menganga
Mencipta angan-angan
menghibur hati yang berduka
Butuh waktu sangat
lama
Hingga akhirnya luka
itu mongering dengan sendirinya
Aku mampu dengan lebih
baik jalani hidup dengan ranah berbeda
Tiba-tiba….
Kau hadir lagi
Dengan wujud yang
sama
Andaikan kau bersolek
lebih baik, netraku tak luput dari cerna
Malah kau tiada
berbeda
Huh,! Menyedihkan!
Lihatlah dirimu yang
berlumur dosa itu!
Apakah kau tidak
merasa malu dengan Tuhanmu???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar