Sinopsis cekak “Pancen Dudu Jodho”
Karya : Arfa Dhani Nugraha
(Makajalah
Penyebar Semangat no.49-3 Desember 2011)
Pada umumnya cekak ini menceritakan dua oran insan,
yaitu Nurul dan Dhani yang sejak kecil bersahabat,memiliki perasaan saling
mencintai tapi tak pernah dinyatakan. Suatu ketika Nurul pergi pindah rumah
tanpa pamit kepada Dhani. Hingga suatu hari Nurul datang kembali dan bertemu
dengan sahabat lamanya,Dhani.
Pada suatu hari, Dhani bertemu dengan Nurul, yang
tengah turun dari masjid setelah selesai menunaikan jamaah salat magrib.
Pertemuan yang tidak disangka-sangka setelah lima tahun berpisah , karena ayah
Nurul yang dialih tugaskan di daerah Papua dan memboyong semua anggota keluarga
kesana. Rasa kecewa yang amsih dibendung dalam hati Dhani, seketika luntur
menjadi rindhu yang tak terperi. Tutur sapa yang berlanjut obrolan seraya
berjalan pulang.
Waktu sudah menunjukan hamper tengah malam, tetapi
Dhani belum jug aterpejam. Dia masih menatap layar monitor di laptopnya, online
dan membuka blog remaja masjid yang dulu pernah dia kerjakan dengan Nurul.
Tiba-tiba saja handphone Dhani bordering, Nurul telepon mengundang Dhani agar
besok pagi mau kerumahnya.
Esoknya, jam delapan pagi, Dhani sudah duduk di
kursi ruang tamu rumah Nurul. Nurul memberikan sepucuk surat undangan untuknya.
Seketika mata Dhani terbelalak, tak percaya melihat poto prewedding Nurul
dengan seorang lelaki yang tidak dikenalnya. Dhani hanya mengucapkan selamat
kepada Nurul. Lalu dia keluar dari ruangan tanpa pamit. Dengan cepat,dia pulang
dan mengambil air untuk berwudlu. Sementara Nurul yang tadi mengikuti langkah
Dhani dari belakang, kini duduk di lincak
rumah Dhani. Setelah Dhani merasa sedikit tenang, dia menemui Nurul. Dan
mengatakan yang sesungguhnya bahwa,sejak SD Dhani mencintai Nurul. Tanpa
disangka, ternyata Nurul juga memiliki perasaan yang sama terhadap Dhani, tapi
perasaan itu tidak pernah mereka sampaikan. Hingga akhirnya Nurul menikah
dengan orang lain. Sejak pertemuan itu, Nurul tidak pernah lagi berkunjung ke
rumah Dhani, begitu pula Dhani yang tidak menghadiri undangan resepsi
pernikahan Nurul.
Unsur intrinsik
1.
Tema
Tema merupakan persoalan pokok yang dibawakan
pengarang dalam sebuah cerita atau novel. Sehingga darinya dapat ditarik sebuah
alur pandangan dan cita-cita pengarang dalam karya sastranya. Tema novel sangat
lazim menjadi permasalahan utama dan seringkali persoalan yang muncul berkaitan
dengannya. Dalam Cekak ini, mengangkat tema yaitu Patah Hati.
2. Alur/plot
Alur merupakan urutan kejadian dalam sebuah cerita
yang disampaikan pada novel. Berbagai kejadian itu terhubung dengan adanya
sebab akibat, peristiwa atau permasalahan yang memunculkan masalah baru.
Peristiwa itu digambarkan melalui tingkah laku, perbuatan, atau perilaku
tokoh-tokoh dalam cerita. Novel ini memiliki Alur maju.
3. Sudut Pandang/ point of view
Sudut pandang sangat menentukan karakteristik dari
novel, umumnya sudut pandang terkait erat dengan para tokoh yang dihadirkan.
Kadang kala untuk menilai sebuah sudut pandang sebuah cerita bisa dinilai dari
beberapa tulisan awal. Karena dari situlah cerita akan dibangun dan kemudian
dikembangkan. Novel ini bersudut pandang Aku,orang
pertama tokoh utama. Pengarang sebagai orang tokoh utama.
4. Latar / setting
Latar
disebut juga setting adalah tempat ditampilkammya peristiwa itu terjadi.
Macam-macam
Latar
a) Latar Tempat
Latar tempat menggambarkan lokasi terjadinya
peristiwa yang diceritakan dalam sebuah cerita. Penggambaran latar tempat ini
hendaklah tidak bertentangan dengan realita tempat yang bersangkutan, hingga
pembaca (terutama yang mengenal tempat tersebut) menjadi tidak yakin dengan apa
yang kita sampaikan.
a) Latar Waktu
Latar Waktu menggambarkan kapan sebuah peristiwa itu
terjadi. Dalam sebuah cerita sejarah, hal ini penting diperhatikan. Sebab waktu
yang tidak konsisten akan menyebabkan rancunya sejarah itu sendiri. Latar waktu
juga meliputi lamanya proses penceritaan
b)
Latar Suasana
Latar suasana merupakan lukisan status tokoh di
dalam sebuah cerita yang ada di suatu kondisi tertentu, seperti keramaian,
kesibukan dan sebagainya.
Latar dalam cekak ini sebagai berikut :
|
No
|
TEMPAT
|
WAKTU
|
SUASANA
|
|
1
|
Depan Masjid
|
selesai jamaah
salat magrib
|
Kecewa, perbincangan
hangat
|
|
|
|
Perjalanan
pulang dari masjid
|
perbincangan
hangat
|
|
|
|
Malam jam
23.05 ketika Dhani online
|
Gembira,
PD(percaya diri)
|
|
2
|
Rumah Nurul
|
Jam 8 pagi
|
mendebarkan
|
|
3
|
Rumah Dhani
|
Setelah
wudlu,lalu Dhani menemui Nurul
|
Patah hati,
sedih , kecewa
|
5. Tokoh dan
Penokohan
Tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam
cerita rekaan sehingga peristiwa itu menjalin suatu cerita, sedangkan penokohan
adalah cara pengarang menampilkan tokoh-tokoh dalam cerita sehingga dapat
diketahui karakter atau sifat para tokoh itu. Penokohan dapat digambarkan
melalui dialog antartokoh, tanggapan tokoh lain terhadap tokoh utama, atau
pikiran-pikiran tokoh. Melalui penokohan, dapat diketahui bahwa karakter tokoh
adalah seorang yang baik, jahat, atau bertanggung jawab.
Tokoh dan penokohan dalam Cekak ini adalah :
a)
Nurul Afridasari : tegas, ramah.
b)
Mas Dhani : pemaaf, suka
menolong,pasrah.
6. Amanat
Amanat atau tujuan pengarang yang disampaikan kepada
pembaca melalui karyanya. Amanat dapat disampaikan oleh pengarang baik secara
langsung maupun tidak langsung. Artinya amanat yang disampaikan langsung
apabila amanat tersebut tersurat dalam karya sastra. Sedangkan amanat yang
disampaikan secara tidak langsung, apabila amanat tersebut tersirat dalam karya
sastra.
Amanat yang terkandung dalam novel ini antara lain :
1.
Pasrah dan iklas
menyerahkan semua urusan jodoh kepada Tuhan.
2.
Menjadi orang
yang suka memaafkan kesalahan orang lain.
3.
Tidak menyimpan
perasaan dendam.
4.
Ringan
tangan(suka menolong) nlebih-lebih kepda orang yang membutuhkan
5.
Ikut senang,
walaupun sebenarnya hati tidak berkenan(menahan sedih).
6.
Menjalin
silaturohmi dengan komunikasi yang baik agar tidak ada penyesalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar