Selasa, 06 November 2012

kalau sudah

-->
Tuhanku apa yang terjadi saat ini di dalam hatiku ? tak dapat terdeteksi oleh logika-ku. Akan kah ini dosa? Trus apa yang harus aku lakukan atas semua ini. aku rindu ingin bertemu dan bersua bercanda seperti dulu. Kala ku sedih hadirnya ramaikan suasana,kala ku senang dia juga ikut senang (katanya).  Aku merasa semua akan baik – baik saja. Itu dari dulu kalimat doaku. Harapan akan hatiku kepada- Nya. Ternyata doaku tak berlaku.  Bukan tak didengar, karena kupercaya Tuhan maha Sembilan – Sembilan.
Semua bagai tlah berakhir
Jadi kenangan indah yang berhasil terukir di jejak Doko
Tak ayal ketika ku temukan pandangan hijau dipadu dengan sejuk hawa surgawi aku pasti ingat lakon ku saat itu.
Dibalut kasih sayang seorang PEMUJA  bukan KEKASIH
Kasih suci, kuharap tak pernah terganti dan sirna dihempas awan yang mulai berterbangan diatas ilalang.
Ternyata benar saja. Segala terbukti namun kadang tak sesuai dengan impi.
Kasih suci berubah jadi karunia ilahi. Dan bahkan tak hilang dihalang sang surya dan rembulan yang menemani hari silih berganti.
Berkembang dan semakin mendebarkan
Tak terlihat. Hanya buram dalam angan – angan sudah berhasil buat tubuh terasa ringan hingga bagai melayang di taman khayangan.
Apalagi  jika bertemu ,bersuapun pasti tak mampu .
Hujan badai kalahkan egoku,menanti adalah hal yang menantang untuk dinikmati.
-->Kalau sudah seperti itu,dunia serasa milik berdua dan yang lainnya nge-kos

Tidak ada komentar:

Posting Komentar