Kamis, 11 Juli 2013

makalah wayang kampung sebelah


WAYANG KAMPUNG SEBELAH
Tugas Mata Kuliah Telaah Pranata Masyarakat Jawa



Oleh :

Syafi Rilla Sari            C0112054
Prodi Sastra Daerah untuk Sastra Jawa



FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2013

LATAR KARYA
16 Juli 2000 lalu, sekelompok seniman Solo melahirkan genre wayang baru yang dinamakan Wayang Kampung Sebelah. Boneka wayangnya terbuat dari kulit berbentuk manusia yang distilasi. Tokoh-tokohnya, seperti halnya masyarakat kampung yang plural, terdiri dari penarik becak, bakul jamu, preman, pelacur, pak RT, pak lurah, hingga pejabat besar kota.
Penciptaan pertunjukan Wayang Kampung Sebelah ini berangkat dari keinginan membuat format pertunjukan wayang yang dapat menjadi wahana untuk mengangkat kisah realitas kehidupan masyarakat sekarang secara lebih lugas dan bebas tanpa harus terikat oleh norma-norma estetik yang rumit seperti halnya wayang klasik. Dengan menggunakan medium bahasa percakapan sehari-hari, baik bahasa Jawa maupun bahasa Indonesia, maka pesan-pesan yang disampaikan lebih mudah ditangkap oleh penonton. Isu-isu aktual yang berkembang di masyarakat masa kini, baik yang menyangkut persoalan politik, ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan, merupakan sumber inspirasi penyusunan cerita yang disajikan. Wayang Kampung Sebelah pun dapat melayani pesanan lakon dengan catatan sejauh tidak bertentangan dengan asas kebenaran dan keadilan.

FORMAT PERTUNJUKAN
Mengangkat persoalan-persoalan yang serius tidak harus dengan pengungkapan yang serius merupakan karakter pertunjukan Wayang Kampung Sebelah. Muatan sinisme, satire, hingga kritikan tajam yang begitu dominan dalam pertunjukan ini dikemas secara segar penuh humor, baik melalui format alur, penokohan, dialog maupun syair lagu iringan.
Pertunjukan Wayang Kampung Sebelah tidak menggunakan iringan gamelan, melainkan menggunakan iringan musik. Lagu-lagu iringannya lebih banyak menyajikan lagu-lagu karya cipta musisi Wayang Kampung Sebelah sendiri untuk memperkuat karakter pertunjukan. Berdasarkan instrumentasi dan aransemennya, bentuk musik iringan Wayang Kampung Sebelah termasuk kategori musik alternatif. Guna lebih memperkuat aspek entertainment-nya dapat dihadirkan bintang tamu artis penyanyi / pelawak yang populer. Dalam pertunjukan Wayang Kampung Sebelah, kisah di depan layar bukanlah semata-mata milik dalang. Pemusik maupun penonton berhak nyeletuk menimpali dialog maupun ungkapan-ungkapan dalang. Dalam setiap adegan sangat dimungkinkan berlangsungnya diskusi antara tokoh wayang, dalang, pemain musik, maupun penonton. Bahkan untuk kepentingan tertentu dapat dihadirkan nara sumber untuk melakukan diskusi membahas suatu persoalan sesuai tema yang disajikan.
DURASI PERTUNJUKAN
Pertunjukan Wayang Kampung Sebelah berdurasi sekitar 2 – 3 jam. Untuk kepentingan / kondisi tertentu, dapat juga menyajikan pertunjukan dalam durasi kurang dari 60 menit.
AWAK
1. Jlitheng Suparman : Dalang / Penulis Naskah
2. Yayat Suheryatna : Jimbe / Penata Iringan
3. Max Baihaqi : Gitar / Ass. Penata Iringan
4. Agung Riyadi : Flut
5. Nadias : Bas
6. Gendhot : Sexofon
7. Gusur : Drum
8. Kukuh : Kendang
9. Joko Ngadimin : Vokal
10. Dwi Jaya Syaifil Munir : Vokal
11. Cahwati : Vokal
12. Sarno B : Penata Teknis.


TOKOH – TOKOH
pak karyo istri pak Karyo



SINOPSIS
Ada seorang anak perempuan yang bernama Paramita Rasudi tengah mengadu kepada bapaknya,Pak Karyo. Dia tidak mau lagi sekolah sebab sudah beberapa bulan tidak membayar uang SPP, dan ketika membarikan alasan tersebut bapaknya justru memaki dan naik pitam.
Kemudian datanglah seorang pemuda yang bernama Kampret. dia ingin menjadi penengah namun justru membuat Pak Karyo semakin marah hingga berkelahi dan Pak Karyo mengacungkan celurit nya. namun setelah suasana hampir mereda, Kampret memberikan saran untuk meminjam uang kepada Mbah Sidik Wacono, beliau adalah orang yang dermawan untuk membantu orang yang membutuhkan biaya untuk sekolah.
Akhirnya Pak Karyo pun setuju dan mereka berdua berkunjung ke rumah Mbah Sidik Wacono. namun setelah berbincang-bincang ternyata Mbah Sidik Wacono enggan memberikan piutang. Mbah Sidik Wacono memberikan solusi untuk pergi ke kantor kelurahan dan meminta bantuan kepada pak lurah.
Lalu Pak Karyo, Kampret dan Mbah Sidik Wacono mendatangi kantor kelurahan. sesampainya di kantor kelurahan ternyata pak lurah sedang keluar. Pak satpam mengatakan bahwa pak lurah sedang rapat di daerah Tawangmangu. Pak Karyo pun pulang dengan penuh kekecewaan.
Esok harinya, Pak Karyo mengerahkan seluruh warga untuk menghancurkan seluruh bangunan kantor kelurahan tersebut sebagai wujud demo kepada pak lurah yang dianggapnya tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Warga pun yang telah diprofokatori Pak Karyo mengahncurkan seluruh bangunan beserta perabot yang ada di dalamnya hingga tiada sisa lagi. Namun di tengah-tengah suasana yang ramai itu, istri  Pak Karyo berteriak mendatangi suaminya, dia mengatakan bahwa untuk mendapat keringanan biaya sekolah, atau bahkan anaknya dapat sekolah secara gratis asalkan dapat memberikan surat keterangan tidak mampu yang di tandatangani oleh pak lurah kepada pihak sekolah.  



TANGGAPAN
Pertunjukan wayang kampong sebelah ini merupakan pertunjukan yang dapat dibilang masih muda sebab dibentuk pada tahun 16 Juli 2000 lalu , Namun dengan adanya wayang kampong sebelah ini, menjadikan pertunjukan wayang  menjadi lebih menarik karena pertunjukan wayang kampong sebelah ini mampu menyuguhkan inovasi-inovasi baru terhadap pertunjukan wayang yang telah dikenal masyarakat pada umumnya.
Menurut bentuk fisik dari wayang kampong sebelah ini hampir menyerupai gambaran manusia, berbeda dengan bentuk wayang purwa yang hanya berupa ukiran dan gambaran  manusia secara abstrak.
Dari segi cerita yang dibawakan jauh berbeda dengan cerita wayang purwa yang telah pakem yakni Mahabharata dan Ramayana. Wayang kampong sebelah mengadopsi cerita-cerita yang bertema kan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari,sehingga penonton dapat memahami alur cerita dengan mudah. Pertunjukan wayang ini juga menggunakan bahasa sehari-hari sehingga juga lebih mudah dicerna para penonton. Durasi yang diperlukan untuk sekali pertunjukan relatif singkat, hanya sekitar 2-3 jam sehingga membuat penonton tidak bosan.
Wayang kampong sebelah dapat dijadikan media pengenalan dan pembelajaran tentang pewayangan untuk anak muda,namun tidak cocok jika digunakan panutan dan tontonan anak dibawah umur,seperti anak SD,SMP, sebab bahasa yang digunakan kasar (sesuai dengan keadaan bahasa yang digunakan oleh masyarakat yang berpendidikan rendah), anak dibawah umur boleh saja menonton asal didampingi oleh orang tuanya.
Pertunjukan wayang kampong sebelah yang telah saya lihat, memberikan amanat atau pesan secara tersirat bahwa seseorang harus mempu mengelola emosinya, Dikhususkan bagi orang tua dan dewasa, tidak boleh mengambil keputusan secara tergesa-gesa.

DAFTAR PUSTAKA
http://wayangkampung.blogspot.com/