WAYANG KAMPUNG SEBELAH
Tugas Mata Kuliah Telaah Pranata
Masyarakat Jawa
Oleh :
Syafi
Rilla Sari C0112054
Prodi
Sastra Daerah untuk Sastra Jawa
FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2013
LATAR
KARYA
16
Juli 2000 lalu, sekelompok seniman Solo melahirkan genre wayang baru yang
dinamakan Wayang Kampung Sebelah. Boneka wayangnya terbuat dari kulit berbentuk
manusia yang distilasi. Tokoh-tokohnya, seperti halnya masyarakat kampung yang
plural, terdiri dari penarik becak, bakul jamu, preman, pelacur, pak RT, pak
lurah, hingga pejabat besar kota.
Penciptaan
pertunjukan Wayang Kampung Sebelah ini berangkat dari keinginan membuat format
pertunjukan wayang yang dapat menjadi wahana untuk mengangkat kisah realitas
kehidupan masyarakat sekarang secara lebih lugas dan bebas tanpa harus terikat
oleh norma-norma estetik yang rumit seperti halnya wayang klasik. Dengan
menggunakan medium bahasa percakapan sehari-hari, baik bahasa Jawa maupun
bahasa Indonesia, maka pesan-pesan yang disampaikan lebih mudah ditangkap oleh
penonton. Isu-isu aktual yang berkembang di masyarakat masa kini, baik yang
menyangkut persoalan politik, ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan, merupakan
sumber inspirasi penyusunan cerita yang disajikan. Wayang Kampung Sebelah pun
dapat melayani pesanan lakon dengan catatan sejauh tidak bertentangan dengan
asas kebenaran dan keadilan.
FORMAT PERTUNJUKAN
Mengangkat
persoalan-persoalan yang serius tidak harus dengan pengungkapan yang serius
merupakan karakter pertunjukan Wayang Kampung Sebelah. Muatan sinisme, satire,
hingga kritikan tajam yang begitu dominan dalam pertunjukan ini dikemas secara
segar penuh humor, baik melalui
format alur, penokohan, dialog maupun syair lagu iringan.
Pertunjukan
Wayang Kampung Sebelah tidak menggunakan iringan gamelan, melainkan menggunakan
iringan musik. Lagu-lagu iringannya lebih banyak menyajikan lagu-lagu karya
cipta musisi Wayang Kampung Sebelah sendiri untuk memperkuat karakter
pertunjukan. Berdasarkan instrumentasi dan aransemennya, bentuk musik iringan
Wayang Kampung Sebelah termasuk kategori musik alternatif. Guna lebih
memperkuat aspek entertainment-nya dapat dihadirkan bintang tamu artis penyanyi
/ pelawak yang populer. Dalam pertunjukan Wayang Kampung Sebelah, kisah di
depan layar bukanlah semata-mata milik dalang. Pemusik maupun penonton berhak
nyeletuk menimpali dialog maupun ungkapan-ungkapan dalang. Dalam setiap adegan
sangat dimungkinkan berlangsungnya diskusi antara tokoh wayang, dalang, pemain
musik, maupun penonton. Bahkan untuk kepentingan tertentu dapat dihadirkan nara
sumber untuk melakukan diskusi membahas suatu persoalan sesuai tema yang
disajikan.
DURASI PERTUNJUKAN
Pertunjukan
Wayang Kampung Sebelah berdurasi sekitar 2 – 3 jam. Untuk kepentingan / kondisi
tertentu, dapat juga menyajikan pertunjukan dalam durasi kurang dari 60 menit.
AWAK
1. Jlitheng Suparman :
Dalang / Penulis Naskah
2. Yayat Suheryatna :
Jimbe / Penata Iringan
3. Max Baihaqi : Gitar
/ Ass. Penata Iringan
4. Agung Riyadi : Flut
5. Nadias : Bas
6. Gendhot : Sexofon
7. Gusur : Drum
8. Kukuh : Kendang
9. Joko Ngadimin :
Vokal
10. Dwi Jaya Syaifil
Munir : Vokal
11. Cahwati : Vokal
12. Sarno B : Penata
Teknis.
TOKOH – TOKOH
pak karyo
istri pak Karyo
SINOPSIS
Ada
seorang anak perempuan yang bernama Paramita Rasudi tengah mengadu kepada
bapaknya,Pak Karyo. Dia tidak mau lagi sekolah sebab sudah beberapa bulan tidak
membayar uang SPP, dan ketika membarikan alasan tersebut bapaknya justru memaki
dan naik pitam.
Kemudian
datanglah seorang pemuda yang bernama Kampret. dia ingin menjadi penengah namun
justru membuat Pak Karyo semakin marah hingga berkelahi dan Pak Karyo
mengacungkan celurit nya. namun setelah suasana hampir mereda, Kampret
memberikan saran untuk meminjam uang kepada Mbah Sidik Wacono, beliau adalah
orang yang dermawan untuk membantu orang yang membutuhkan biaya untuk sekolah.
Akhirnya
Pak Karyo pun setuju dan mereka berdua berkunjung ke rumah Mbah Sidik Wacono.
namun setelah berbincang-bincang ternyata Mbah Sidik Wacono enggan memberikan
piutang. Mbah Sidik Wacono memberikan solusi untuk pergi ke kantor kelurahan
dan meminta bantuan kepada pak lurah.
Lalu
Pak Karyo, Kampret dan Mbah Sidik Wacono mendatangi kantor kelurahan.
sesampainya di kantor kelurahan ternyata pak lurah sedang keluar. Pak satpam
mengatakan bahwa pak lurah sedang rapat di daerah Tawangmangu. Pak Karyo pun
pulang dengan penuh kekecewaan.
Esok
harinya, Pak Karyo mengerahkan seluruh warga untuk menghancurkan seluruh
bangunan kantor kelurahan tersebut sebagai wujud demo kepada pak lurah yang
dianggapnya tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Warga pun yang telah
diprofokatori Pak Karyo mengahncurkan seluruh bangunan beserta perabot yang ada
di dalamnya hingga tiada sisa lagi. Namun di tengah-tengah suasana yang ramai
itu, istri Pak Karyo berteriak
mendatangi suaminya, dia mengatakan bahwa untuk mendapat keringanan biaya
sekolah, atau bahkan anaknya dapat sekolah secara gratis asalkan dapat
memberikan surat keterangan tidak mampu yang di tandatangani oleh pak lurah
kepada pihak sekolah.
TANGGAPAN
Pertunjukan
wayang kampong sebelah ini merupakan pertunjukan yang dapat dibilang masih muda
sebab dibentuk pada tahun 16 Juli 2000 lalu , Namun dengan adanya wayang
kampong sebelah ini, menjadikan pertunjukan wayang menjadi lebih menarik karena pertunjukan
wayang kampong sebelah ini mampu menyuguhkan inovasi-inovasi baru terhadap
pertunjukan wayang yang telah dikenal masyarakat pada umumnya.
Menurut
bentuk fisik dari wayang kampong sebelah ini hampir menyerupai gambaran
manusia, berbeda dengan bentuk wayang purwa yang hanya berupa ukiran dan
gambaran manusia secara abstrak.
Dari
segi cerita yang dibawakan jauh berbeda dengan cerita wayang purwa yang telah
pakem yakni Mahabharata dan Ramayana. Wayang kampong sebelah mengadopsi
cerita-cerita yang bertema kan masalah-masalah dalam kehidupan
sehari-hari,sehingga penonton dapat memahami alur cerita dengan mudah. Pertunjukan
wayang ini juga menggunakan bahasa sehari-hari sehingga juga lebih mudah
dicerna para penonton. Durasi yang diperlukan untuk sekali pertunjukan relatif
singkat, hanya sekitar 2-3 jam sehingga membuat penonton tidak bosan.
Wayang
kampong sebelah dapat dijadikan media pengenalan dan pembelajaran tentang
pewayangan untuk anak muda,namun tidak cocok jika digunakan panutan dan
tontonan anak dibawah umur,seperti anak SD,SMP, sebab bahasa yang digunakan
kasar (sesuai dengan keadaan bahasa yang digunakan oleh masyarakat yang
berpendidikan rendah), anak dibawah umur boleh saja menonton asal didampingi
oleh orang tuanya.
Pertunjukan
wayang kampong sebelah yang telah saya lihat, memberikan amanat atau pesan
secara tersirat bahwa seseorang harus mempu mengelola emosinya, Dikhususkan
bagi orang tua dan dewasa, tidak boleh mengambil keputusan secara tergesa-gesa.
DAFTAR PUSTAKA
http://wayangkampung.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar