Siapa
hero?
Siapakah super hero itu ?
Batman, superman, spidermen,catwoman”.. seraya
mengatakan dengan lantang dan percaya diri.
Jawaban itu didapat dari sebuah pertanyaan yang
dilontarkan kepada pada murid – murid taman kanak – kanak. Jawaban itu semua benar,
karena memang itulah yang mereka ketahui. Atas serial film anak – anak yang
mereka tonton. Dan yang hadir di setiap hari bahkan hampir seharian penuh jika
weekend dan hari libur (tanggal merah). Dan orang tua pun tak terlalu
menggubris setiap film yang anak mereka tonton, bagi mereka asal film bernuansa
kartun dan yang berbau anak – anak itu adalah baik. Padahal dari hal sekecil
itulah yang bisa membentuk karakter seseorang.
Bahkan ada anak yang masih play grup sudah
mengidolakan salah satu dari karakter film yang mereka tonton. Dengan begitu
apapun yang berhubungan dengan idolanya itu pasti akan dia jadikan panutan.
Dari bahasa, gaya pakaiannya, atribut yang melengkapi penampilannya, hingga
tingkah laku yang dia lakukan.
Dari atribut atau aksesoris dari karakter di film
anak – anak sangat mudah di temui di pasaran. Seperti halnya robot, pedang,
topeng hingga kostumnya lengkap. Hingga tak jarang anak perperilaku layaknya
tindakan yang dilakukan idolanya itu. Dia memukul temannya yang hanya menyentuhnya
atau mengajaknya bercanda, dia beranggapan bahwa anak itu musuh dan dia sebagai
pahlawannya.
Hingga kebiasaan itu terjadi hingga beranjak
sekolah dasar. Dan dia belum juga mengerti bahwa hero yang mereka idolakan
sebenarnya hanya fiktif belaka. Rekaan dan main animasi saja.
Terus siapakah yang disebut hero yang sesungguhnya?
Apakah pahlawan yang berjuang mengusir penjajah dan berhasil meraih
kemerdekaan? Kalau hanya seperti itu pasti sekarang sudah tidak ada hero yang
baru. Semisal hero adalah orang yang berseragam rapi yang di dadanya terdapat
pin bintang dan symbol negara, serta di bekali dengan senjata lenkap saja,
tetapi kenapa guru juga disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa? Dalam agama
islam menyebutkan bahwa hero adalah Rosullulah SAW yang telah membawa umat
manusia ke jalan yang terang, tapi bagaiman dengan agama yang lain apa tidak
ada hero?
Hero adalah suatu tindakan, dimana seseorang dapat
menjadi penolong bagi yang membutuhkan. Tidak hanya yang pandai, berpangkat
jenderal dengan seragam symbol negara, badannya kekar dan kuat namun juga
hatinya yang tulus iklas membantu orang yang kesusahan.
Tidak harus kaya, tidak harus dengan harta atau
uang. Setiap orang bisa melihat apa yang dibutuhkan oleh saudaranya. Bisa saja
jasa. Ketika kamu sedang menunggu jemputan sepulang sekolah, terdapat seorang
tukang becak menghampiri dirimu dan menawarkan mengantar mu pulang, memang
tidak gratis tapi ketulusan yang mereka berikan pastinya tak sebanding dengan
rupiah yang kamu berikan sebagai balas jasanya.
Disaat ban motor atau sepeda mu tanpa sengaja
menginjak kerikil dijalan dan akhirnya kempes di tengah jalan, kamu mencari
sebuah bengkel dan membutuhkan kebaikan montir untuk memperbaiki kendaraanmu
itu. Dengan kotor belepotan dengan alat – alat perbengkelan mereka menjalaninya
dengan senang hati.
Atau disaat kamu berjalan di sepanjang jalan raya
saat pagi, banyak bisa kamu temui wanit atau laki – laki yang dengan semangat
menyapu dan membersihkan dedaunan atau sampah plastic dan anorganik yang
berserakan mungkin karena ulah pengguna jalan yang tidak bertanggung jawab.
Apabila tak ada kelompok orang yang senantiasa menmbersihkan jalanan dan pusat
kota, pasti kita tak akan hidup sehat dengan keadaan kota yang kotor.
Bahkan ketika bak sampah di dapur rumahmu penuh,
jika tak ada tukang sampah atau pemulung pasti bak itu tak akan bersih. Dan
lingkungan rumahmu bakal kotor dan berbau.
Memang itu semua adalah pekerjaan yang remeh,dan
bahkan dipandang sebelah mata. Namun pekerjaannya itu sangat berjasa dan
berguna bagi kehidupan kita dan mahluk hidup lainnya.