KOBONG
Gemericik butiran hujan masih sesekali mengucur
melewati pipa- pipa yang dipasang memang secara vertical , di didesain melekat
dengan talang sebagai penghubung celah
agar air hujan yang tertampung menggenang diatas balkon dan plapon bisa
mengalir lancar tanpa ada perembesan di atap atau dinding bangunan. begitu halnya
dengan pohon yang tertiup bayu, seakan anjing yang kecemplung kolam dan
kemudian mengibaskan bulu – bulu halusnya ke udara. kembali kuyung sekitar yang
ada.
Hujan
memang sudah reda sejak lima menit yang lalu, namun jika kau berdiri dibawah
pohon yang rindang kau tak akan temukan nama reda. pastilah kau beranggapan
bahwa langit masih gerimis walau cahaya sinar sudah benderang. berdiri dibawah
pohon saat hujan memiliki dua pendapat ,satu untuk yang pertama dan dua yang
selanjutnya.
Pertama
kau akan merasa teduh, sebab daun pohon beringin yang begitu lebat sedikit banyak menghalangi air jatuh tepat di
bawahnya. air akan jatuh dari daun yang paling atas, kemudian menggelinding ke
bawah dan semakin kebawah bagian terluar dari daun yang paling rendah. melihat
pohon beringin saat diguyur hujan , seperti melihat persamaan pada fungsi payung,
mungkin dahulu kala mencipta teknologi sederhana yang muthakir bernama payung “
umbrella” nama tenarnya , ini terinspirasi dari keadaan pohon beringin yang
berdiri tegap saat hujan tanpa badai. abaikan kata – kata lalu ini hanya
intermizo saja.
pendapat
berikutnya adalah pendapat yang kedua. tentang kerugian sebab jika kau melakukan
itu ( berdiri di bawah pohon saat hujan ), dan kemudian hujan itu reda maka
kamu tak akan segera menyadarinya.kau akan tetap merasakan adanya tetesan sisa
hujan yang masih tertampung diatas daun pepohonan. belum berhasil menjatuhkan
dirinya, merangkak untuk berpindah tempat saja pun tak mampu. dia akan
senantiasa perkasa jika didampingi oleh hembusan sang bayu, dibelai dan dimanja
kemudian terjatuh. membasahi apa yang ada di bawahnya. menyakitkan. pakaiaan
yang dikenakan adalah korban terparah, namun dia tidak terlalu dipentingkan,
sebab kalaupun dia slulup pastilah
dapat garing kembali seperti semula dengan bentuan panas
matahari atau lampu teplok juga bisa
asal jangan di dekatkan pada lilin, kompor, atau obor karna pasti kain yang
telah mengering akan kobong dan berganti warna dengan sendirinya dengan proses
alami dan warna yang sudah pasti. hitam abu.
Takayal
laiknya seorang manusia yang hidup
dikurung seperti ukila memang jadi
kesayangan pantas saja jadi anak emas, tapi ada saat tersendiri untuk berpisah.
keadaan anak emas ini yang membuat lingkungan gemerlap dibias sinar. dia akan
tetap melangkah memang, tapi masalah arah mata angin dia yang paling kalah.
baginya hidup hanya dalam sangkar piaraan, indah memang. bersih, indah, sehat
dan terjamin semua akan fasilitas, tanpa kata kekurangan sedikitpun. walhasil
mereka dapat berkicau dengan merdunya, mengalahkan kesunyian , memecah
kehampaan. alah , mungkin hanya dipandang begitu saja. toh memang tidak wah lha wong pancen karemenan kok ! . lain
cerita jika dia diabiarkan terbang bercanda dengan kawan dan awan. keliling
dunia dan temukan pembaharuan. awalnya dia akan bilang hoy, dunia tidak selebar daun kelor merasa iba dnegan keadaan sahabat karibnya.kampret . nama sapaan yang di mandatkan
untuk menyebut kata menyamarkan nama kodok ijo. dia masih terdiam, di dalam
belahan tempurung kelapa. meamng dia bernasib enak, dan mujur, tapi dia tak
akan pernah bisa melompat melebihi kodok bangkak. sejenis kodok liar, dia
temanku juga. beda lagi dengan laler ijo yang tahunya hanya di lingkungan yang
kotor melulu, kandang ternak, sungai, tempat pembuangan akhir sampah jika
terlihat satu dua memasuki warung hik semua
mata akan memandang, seketika dia menjadi pusat perhatian,kehadiran yang begitu
dinantikan, anggapannya. malu – malu dia menyatu dengan keadaan dan suasana.
ketika dia akan mengambil secuil roti, lantas orang yang duduk di depan roti
yang sama berteriak “ zek nggilani ! “ beranjak dan pergi meninggalkan laler ijo
dan roti. dengan itu laler ijo sadar bahwa bukan hanya orang yang ada di depan
roti itu yang menghina dengan meludah keluar sambil jalan, orang di sekeliling
es the dan gorengan pun ikut mengumpat. berpindah dan penjual warung harus cari
pelanggan baru. bukan karena tubuh yang indah warna ijo terang bagai nyala led,
tubuh yang montok, sayap yang lembut atau suara cirri khas darinya yang dapat
jadi alasan tentang kesombongannya.
Ukila,
kampret, dan laler ijo berkeumpul dan mengadakan reuni peraknya. bertukar
pikiran dan pendapat tentang kehidupan. saling melek namun tak ada rasa iri. mereka melangkah bahu membahu mencari
tempat baru.berpindah ukila berburu di atas alam perkandangan ternak sapi,
kampret merasakan jajanan warung hik gratis, sementara laler ijo mlencok di dalam sangkar berukir khas
jepara. cerita seperti tukar nasib.
Sehari,
dua hari dan tidak akan berlanjut ke yang berikutnya. suasana ayem akan sirna dengan secepatnya.
kebiasaan, yang membuat kejenuhan yang akut. keluar melayang, melompat, dan
terbang menyatu dan kembali bersua. menajdi satu dalam komitmen mencari
kebebasan dengan hidup di hutan liar.
mencari
jati diri,tak hanya sehari dua hari. bagaimana caranya aku juga tidak tahu.
jalani saja yang ada, mungkin kau akan temukan yang tidak mereka temukan.
kejenuhan berangsur hilang, menyatu dengan kebiasaan, asal jangan benarkan
kebiasaan, tapi lakukan kebiasaan yang benar. contoh sederhana adalah menyikat
gigi sebelum tidur.hehehe…
*Eia
Isasasmi Ta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar