Rabu, 22 Mei 2013

belajar esai


Meja Bersila 

Pada dasarnya sebuah meja berfungsi sebagai tempat meletakkan barang – barang terhormat . Namun bagaimana jadinya jika digunakan untuk penopang pantat? Melipat kaki menyilang, duduk bersila di atas bidang datar tanpa menyadari ada benda yang lebih lazim diletakkan daripada sekedar pantat. Begitu pula dengan budaya informasi dan komunikasi di negeri tercinta ini, melalui media massa bernama TV, masyarakat dari segala lapisan dapat menyaksikan tayangan yang diangkat, yang semakin hari semakin riuh menampilkan eksistensi , membaurkan fungsi TV  yang sesungguhnya. tayangan – tayangan yang semakin memprihatinkan.
tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan media elektronik, secara kuantitas stasiun TV di tanah air kini sudah lebih dari cukup. Belum lagi kalau kita mengikuti berkembangan tv lokal, tv kabel, tv satelit maka akan dapatkan stasiun TV lebih banyak lagi. Namun dengan banyaknya stasiun TV swasta yang telah terpenuhi secara kuantitas seharusnya tumbuh kualitas, tapi pada kenyataannya tidak begitu. tayangan TV swasta masih terjebak dengan logika keseragaman ( homogenitas) mata acara. berlomba – lomba menayangkan hiburan diantaranya bernuansa kriminalitas, telenovela, sinetron picisan,serial romantika India, dan adu jotos tiap malam atau minggu pagi. Vulgarisasi pengemasan acara bernuansa seks yang sering diberi embel – embel “ 17 tahun keatas” ini bahkan ada kesan ingin menunjukkan secara gampangan bahwa “seks itu bukan sesuatu yang tabu”. Padahal , yang terjadi acara – acara seperti itu malah bisa memerosotkan moral generasai muda.
Dunia hiburan yang berkiprah di media massa khususnya TV, para kawula dari berbagai kalangan disuguhi bahkan dicekoki tontonan yang habis – habisan meniru gaya hidup orang barat. Menjamurnya girlband dan boyband luar negeri, bahkan tidak jarang dijadikan kiblat dan panutan para kawula muda kita. Benarkah ajang kreativitas? Coba di renungkan kembali! Akankah hadir tontonan eksotis atau malah erotis? Kita ganti canal sejenak, menonton acara kriminalitas. Seorang bapak tega menghamili anak kandungnya sebanyak 3x, lalu dibunuh, tidak berhenti disitu saja anak – anak belum cukup usia bahkan berani tanpa malu – malu menggauli teman perempuannya ramai – ramai di dalam kelas, ada lagi seorang kepala sekolah melakukan tindak pelecehan seks kepada siswanya padahal itu sekolah MAN. Apakah ini yang disebut hiburan? Sungguh harus ada penanganan sikap bijak dalam setiap info yang di dapatkan.   nuwun > 

...  *Eia Isasasmi Ta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar