Seorang
Jawa dalam Lakon Wayang
Judul :
Tirai Menurun
Penulis :
Nh. Dini ( Nurhayati Sri Hardini)
Penerbit :
PT. Gramedia , Jakarta
Cetakan
: Februari 2010
Tebal :
462 halaman + cover

Hidup
dalam keserhanaan tergambar pekat dalam sosok Dasih. namanya Kidasih. setiap
subuh dia harus memasak air. dandang dan ceret besar di warung harus
penuh,kemudian menyapu lantai yang masih berupa lemah tanpa semen. meskipun
kelihatan remeh, itulah aktifitas yang harus dilakoni bocah kecil untuk
membantu Mak nya. sudah lama Mak memiliki warung. itulah sumber pengais rezeki
satu – satunya yang dimanfaatkan untuk menopang segala kebutuhan Mak dan Dasih.
maklum dari kecil Dasih tak pernah melihat sosok laki – laki dalam rumahnya,dia
hanya hidup bersama Mak dan simbok. dari simpang siur yang didengar Dasih,
bapaknya seorang kecu.
Mak
ingin Dasih menjadi guru. namun dia tidak tahu bahwa Dasih tidak menyukai
gurunya. oleh karena itu Dasih menjadi malas. pada suatu hari membolos dia menemukan
tempat – tempat tontonan. disitulah dia mengetahui kehadiran Kridopangarso.
Suatu
saat Dasih masuk sekolah siang. ketika lewat di jalanan kampong,dia bersama
temannya melihat rumah yang dihias,Nampak kursi pengantin. malamnya ada sebuah
tontonan tayuban di acara kawinan itu. Dasih sangat terpesona dengan ledeknya. dia
ingin menjadi seperti ledek itu. keinginan yang besar menuntunnya mempelajari
tari. singkat kata Dasih tergabung dalam paguyuban barnama kridopangarso.
disana dia bertemu dengan orang – orang yang ahli dalam kesenian jawa. gergelut
dengan gamelan, gender, ledek dan pentas panggung berupa wayang wong. disitu
Dasih rajin berlatih bersama teman sebaya namanya Arum dan Sumirat. di bombing
oleh Wardoyo dan Kintel.
Walau
putus sekolah, disinilah karir Dasir berkembang pasat. dia bersama
Kridopangarso sering diundang dan turne ke kota – kota besar. dia jarang
pulang, kedekatannya dengan seluruh crew paguyupan penyebab jala – jala kasih
terajut dengan sempurna. Arum kawin dengan Bromo. Sumirat telah berumah tangga , tinggal
bersama Mas Wardoyo sejak mereka kembali dari sekaten Yogya. tidak begitu lama
Sumirat pun dilamar oleh Kang Kintel.
Saat
menikah dengan Sumirat ynag masih perawan, Mas Wardoyo telah lebih dulu
menyandang status duda. sehingga tak lama meraka hidup berama, Sumirat mendapat
kabar bahwa Mas Wardoyo telah meninggal.Pak Cokro pemimpin paguyuban
Kridopangarso juga telah tutup usia. tak begitu lama, Mas Tirto dalang di Krido
juga sakit keras dan meninggal. apakah yang akan terjadi dengan paguyupan Krido
dengan menyusutnya para crew yang pergi satu persatu ? hanya Sumirat yang
tersisa. namun rasa – rasanya tancep kayon akan mendekat. nama Kridopangarso
akan pula tamat.
Novel
ini disusun adegan – adegan pertunjukan wayang orang, Tirai menurun menyuguhkan
babak demi babak kehidupan empat tokohnya : Kedasih, Sumirat, Kintel, dan
Wardoyo. pemaparan menggunakan bahasa yang campuran antara Indo dan jJawa.
banyak istilah Jawa yang berserakan menyebabkan pembaca dapat memahami cerita
juga memperkaya istilah Jawa. dipermudah dengan penyajian yang dilengkapi
dengan catatan kaki disetiap istilah Jawa yang bertulis dengan huruf italic.
berikut
daftar sebagian istilah :
1)
siwur :
gayung yang trbuat dari tempurung kalapa, tangkainya dari bamboo atau kayu.
2)
belik
: mata air
3)
pinjung
: cara wanita menggunakan tapih/ kain
sarung untuk menutupi badan sampai di
bawah ketiak
4)
kecu
: perampok, penjahat
5)
petukon
: peningset, mahar
6)
kepancal :
ketinggalan
7)
sumeh :
wajah cerah, suka senyum
8)
blumbang :
kolam ikan
9)
trutuk :
kereta api, semua stasiun disinggahi
10) kesripahan : lelayu/ dukacita
11) ngongso : merongrong
12) tampah : nyiru
13) nyawiji
: menyatu
14) sentono
dalem : pegawai istana raja
15) irah –
irahan : kostum untuk kepala
16) ontowacono : dialog dalam wayng
17) mendapuk : menyusun, merancang
18) andhap
asor : rendah hati
19) sampur : selendang panjang untuk menari
20)
dug der : bunyi dentuman meriam
21) meracik : meramu
22)pesti : garis kematian
23)kelir : layar, dekor dalam panggung
24)geber – geber : layar ,
belakang panggung yang bergambar, berwarna
25) mbarang
: mengamen
26)waranggana : pesinden, penyanyi tembang jawa
27) bodolan
: keluar dari bangsal tempat
bermusyawwarah / menghadap raja
28)
njimpit : mengambil benda hanya dengan 3 jari
29)garapan : pekerjaan
30)
alum :
lunglai
31) ending : anak perempuan dari padepokan
32)biting : lidi yang dipotong kecil – kecil , dipakai sbg alat
penggabung daun pisang, janur
33)kelat bau : bagian kostum penari jawa, gelung di
lengan penari jawa
34)mekak : kostum penari jawa, bagian penutup dada
pada penari jawa, penari wanita pada umumnya
35) langes : jelaga
36)panembrono : tembang puitis
berisi ucapan selamat dating
37) sowan : berkunjung kepada orang yang
dihormati

Bagus Kak, membantu memilih buku yang ingin dibaca. Terima kasih.
BalasHapus