Jumat, 31 Mei 2013

fungsi uang bagi kehidupan manusia


Rabu 030413/sore

Uang adalah raja


Jika ngomongin masalah hidup, pasti sama kayak ngomongin masalah cinta dan asmara, iya sama karena nggak bakal abis, gak bakal mati, nggak bakal bosenin untuk dibicarain. Tapi ya memang ada bedanya. Bedanya disini maslah hidup tak semulus seperti perjalannan cinta, lebih banyak lika – likunya. Nggak selalu mansi yang dibicara, didapat, namun beragam kadang sedih, senang, jengekl , mambahagiakan, da kejutan juga ada kekecewaan.

Masalah hidup tak lepas dari duit, uang, money yaa . semua orang dari berbagai kalangan pun tahu apa ittu uang dan bagaimna wujudnya. Sungguh tak bias dipungkiri betapa orang hidup itu membutuhkan benda yang disebut dengan uang ini. Sebenarnya seberapa pentingkah uang ini? Akankah orang bias berefek jika tak memiliki uang?

Peratnyaan ini memiliki khas yang harus dibahas. Ya betapa pentingnya uang dalam menjelajahi arti kehidupan tak dapat tergantikan oelh apapun, andai kata disitu ada beras sekarung pastilah orang masih membutuhkan uang untuk membeli lauknya. Orang akan berefek jika tak punya dan tak memegang keberadaan uang tersebut, sehingga masih ada orang yang menderita kelaparan, ada yang namanya fakir, miskin, bahkan orang terlantar dan busung lapar. Semua itu adalah kesalahan tangan yang tak memegang uang. Namun banyak kok yang slah dalam memegang uang, dan pada akhirnya juga malah termakan. Sehingga orang biasa menyebutnya dengan koruptor itu untuk oorangnya, sementara perlakuannya itu disebut dengan korupsi.  Hal ini dilakukan bukan atas kebodohan namun justru kepintaran yang akhirnya membodohi orang disekitar.

Hidup memang begitu rumit. Susah. Kalo difikirkan buat apa hidup kalo ujung – ujung nya nggak cari uang. Munafik banget deh. Uang adalah raja. Kok bias?

Dipikirkan baik – baik yaa, dalam ilmu pendidikan. Seorang gurumendidik dan mengajar, karena apa otomatis ada kata dibalik jasa uang, sedang muridnya juga ngasih uang. Tanpa itu semua tak akan dapat pembelajaran, mungkin hanya ilmu tertentu yang gratis! Bahkan dalam beribadahpun manusia juga begitu butuh uang. Coba jika seorang perempuan islam ingin solat akankah di sebuah kolong, tanpa alas dan tanpa pakaian penutup aurot? Mungkinkah? Untuk hidup pun butuh uang. Yaa apa kamu mau nyuri, ngemis,mulung? Apa sih yang sebenarnya dicari , uang kan biar bias dapat makanan. Aduh ernyata semua kehidupan penuh dengan yang namanya uang buat jalan.

Hahah sebuah kenyataan kongol yang telah tercekat dalam benakku saat itu.aku piker aku nggak butuh uang, aku bias hidup tanpa adnya benda yang dipuja dan dibanggakan jika orang mampu menimbun dan menumpuk uang atas nama dia diatasnya. Kesalahan besar sombong pada uang. Premis pertama aku adalah manusia, premis kedua tiap manusia yang hidup pasti dan selalu butuh keberadaan uang. Dapat ditarik kesimpulan sayangnya aku manusia yang hidup.

Bukan sebuah kesalahan, dan tak perlu disesalai, kini saatnya berpikir bagaimana caranya dapatkan uang , memegang, menyimpan, guna menghidupi dirimu sendiri. Karna manusia hanya diberi pinjaman sebauh raga berisi nyawa, hanya jasad titipan. Yang harus kita rawat baik – baik, sebelum benar- benar Tuhan inginkan miliknya kembali.

Aku bukan anak kecil lagi, bukanlah kewajiban kedua orang tua lagi untuk membiayai hidupku lagi. Toh aku pernah mendengar batas orng tua membiayai hidup putranya jika telah balig, alhsil aku belum balig, atau masih saja menyusahkan orang tua ku. Harusnya aku itu cari akal gimana caranya tak gantungkan harapan kiriman.

Dalam statusmu yang sekarang ini kamu menang, ya udah ada berdiri tegak diatas nama mahasiswa. Sungguh jabatan tertinggi yang akan diidamkan oleh siapapun manusia muda. Disana kau dapat lakukan apapun, atas nama bahkan menggunakan statusmu itu pasti akan didengar dan dianggap orang. Itu pasti udah ada jaminannya. Sekarang masalahnya masih tertutp akan manja dan malas mu aja loh. Apa gengsi, malu? Harusya kamu malu dengan keadaanmu sekarang yang nggak bias bantu orang tua malah ikut memberikanbeban berupa ekonomi. Saatnya jadi orang kreatif, banyak kemungkinan yang dapat kamu ambil diluar sana, kau dapat jadikan atau bahkan buat sendiri sebuah peluang besar yang tentunya berawal dari yang kecil. Hanya butuh kreatif dan semangat saja kok. Eits rai gedeg jo lali woy. Itu kan kunci utama dalam dunia berbisnis men.

Jualan, its okay.. slegi yang halal. Kamu juga udah pernah jualan di waktu smk, ingetkan? Haha elajarang mental yang kamu dapat, ya emang sat itu kau tak begitu butuh yang namanya uang, lha sekarng. Uang yang bakal kamu butuhkan tak relative kecil jumlahnya bahkan tak kan dapat kau hitung dengan jarmu sayang. Kalau sekarnag ada peluang emas akenapa nggak kamu ambil saja?

Aku sadar, tak terlalu pintar untuk dapatkan beasiswa itu. Dengan itu aku akan rajin dalam organisasi sehingga aku akan sangat mungkin dan bereluang besar untuk menerima beasiswa aktifis. Namun sekarang bagiku masih kurang soalnya beasiswa aktifis bias diajukan kalau minim udah semester lanjut jadi aktifis beneran dan punya jabatan penting da  lam organsasi nya, ya walau katanya itu bukanlah sebuah syarat yang mutlak, oiyaa masalah prestasi pasti juga akan diperhitungkan. Mengingat prestasi, kayaknya gak harus yang formal alias akademik deh, non akademik juga bias ( diperhitungkan kok, mungkin malah lebih utama coz kan aktipis pis).

Jika kau ikuti adanya sebuah peluang entrepreneur kau akan dapat nilai plus selain dapat uang, kau juga dapat membangun relasi dengan sebuah kelompok kerjasama, kau akan belajar membangun sebuah bisnis, juga berlaku buat pelajran kwu kok. Akan tahu abagaimana susahnya cari , kerja , usaha dapatkan uang, sehingga rasa syukur itu tetap ada tanpa ada kata boros dan foya – foya. Namun kalau kau punya uang banyak nantinya “ bujang kaya” jangan lupa sedekah ya, dan jangan sok – sok hambur- hamburkan uang, satu lagi tetap tirakatnya, doanya, kuliahnya…

@ simak keinginan ku saat ini, dan selanjutnya
Aku ingin punya uang…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar