Rabu 030413/sore
Uang
adalah raja
Jika
ngomongin masalah hidup, pasti sama kayak ngomongin masalah cinta dan asmara,
iya sama karena nggak bakal abis, gak bakal mati, nggak bakal bosenin untuk
dibicarain. Tapi ya memang ada bedanya. Bedanya disini maslah hidup tak semulus
seperti perjalannan cinta, lebih banyak lika – likunya. Nggak selalu mansi yang
dibicara, didapat, namun beragam kadang sedih, senang, jengekl , mambahagiakan,
da kejutan juga ada kekecewaan.
Masalah
hidup tak lepas dari duit, uang, money yaa . semua orang dari berbagai kalangan
pun tahu apa ittu uang dan bagaimna wujudnya. Sungguh tak bias dipungkiri
betapa orang hidup itu membutuhkan benda yang disebut dengan uang ini.
Sebenarnya seberapa pentingkah uang ini? Akankah orang bias berefek jika tak memiliki
uang?
Peratnyaan
ini memiliki khas yang harus dibahas. Ya betapa pentingnya uang dalam
menjelajahi arti kehidupan tak dapat tergantikan oelh apapun, andai kata disitu
ada beras sekarung pastilah orang masih membutuhkan uang untuk membeli lauknya.
Orang akan berefek jika tak punya dan tak memegang keberadaan uang tersebut,
sehingga masih ada orang yang menderita kelaparan, ada yang namanya fakir,
miskin, bahkan orang terlantar dan busung lapar. Semua itu adalah kesalahan
tangan yang tak memegang uang. Namun banyak kok yang slah dalam memegang uang,
dan pada akhirnya juga malah termakan. Sehingga orang biasa menyebutnya dengan
koruptor itu untuk oorangnya, sementara perlakuannya itu disebut dengan
korupsi. Hal ini dilakukan bukan atas
kebodohan namun justru kepintaran yang akhirnya membodohi orang disekitar.
Hidup
memang begitu rumit. Susah. Kalo difikirkan buat apa hidup kalo ujung – ujung
nya nggak cari uang. Munafik banget deh. Uang adalah raja. Kok bias?
Dipikirkan
baik – baik yaa, dalam ilmu pendidikan. Seorang gurumendidik dan mengajar,
karena apa otomatis ada kata dibalik jasa uang, sedang muridnya juga ngasih
uang. Tanpa itu semua tak akan dapat pembelajaran, mungkin hanya ilmu tertentu
yang gratis! Bahkan dalam beribadahpun manusia juga begitu butuh uang. Coba
jika seorang perempuan islam ingin solat akankah di sebuah kolong, tanpa alas
dan tanpa pakaian penutup aurot? Mungkinkah? Untuk hidup pun butuh uang. Yaa
apa kamu mau nyuri, ngemis,mulung? Apa sih yang sebenarnya dicari , uang kan
biar bias dapat makanan. Aduh ernyata semua kehidupan penuh dengan yang namanya
uang buat jalan.
Hahah sebuah
kenyataan kongol yang telah tercekat dalam benakku saat itu.aku piker aku nggak
butuh uang, aku bias hidup tanpa adnya benda yang dipuja dan dibanggakan jika
orang mampu menimbun dan menumpuk uang atas nama dia diatasnya. Kesalahan besar
sombong pada uang. Premis pertama aku adalah manusia, premis kedua tiap manusia
yang hidup pasti dan selalu butuh keberadaan uang. Dapat ditarik kesimpulan
sayangnya aku manusia yang hidup.
Bukan sebuah
kesalahan, dan tak perlu disesalai, kini saatnya berpikir bagaimana caranya
dapatkan uang , memegang, menyimpan, guna menghidupi dirimu sendiri. Karna
manusia hanya diberi pinjaman sebauh raga berisi nyawa, hanya jasad titipan.
Yang harus kita rawat baik – baik, sebelum benar- benar Tuhan inginkan miliknya
kembali.
Aku bukan anak
kecil lagi, bukanlah kewajiban kedua orang tua lagi untuk membiayai hidupku
lagi. Toh aku pernah mendengar batas orng tua membiayai hidup putranya jika
telah balig, alhsil aku belum balig, atau masih saja menyusahkan orang tua ku.
Harusnya aku itu cari akal gimana caranya tak gantungkan harapan kiriman.
Dalam statusmu yang
sekarang ini kamu menang, ya udah ada berdiri tegak diatas nama mahasiswa.
Sungguh jabatan tertinggi yang akan diidamkan oleh siapapun manusia muda.
Disana kau dapat lakukan apapun, atas nama bahkan menggunakan statusmu itu
pasti akan didengar dan dianggap orang. Itu pasti udah ada jaminannya. Sekarang
masalahnya masih tertutp akan manja dan malas mu aja loh. Apa gengsi, malu?
Harusya kamu malu dengan keadaanmu sekarang yang nggak bias bantu orang tua
malah ikut memberikanbeban berupa ekonomi. Saatnya jadi orang kreatif, banyak
kemungkinan yang dapat kamu ambil diluar sana, kau dapat jadikan atau bahkan
buat sendiri sebuah peluang besar yang tentunya berawal dari yang kecil. Hanya
butuh kreatif dan semangat saja kok. Eits rai gedeg jo lali woy. Itu kan kunci
utama dalam dunia berbisnis men.
Jualan, its okay..
slegi yang halal. Kamu juga udah pernah jualan di waktu smk, ingetkan? Haha
elajarang mental yang kamu dapat, ya emang sat itu kau tak begitu butuh yang
namanya uang, lha sekarng. Uang yang bakal kamu butuhkan tak relative kecil
jumlahnya bahkan tak kan dapat kau hitung dengan jarmu sayang. Kalau sekarnag
ada peluang emas akenapa nggak kamu ambil saja?
Aku sadar, tak terlalu pintar untuk
dapatkan beasiswa itu. Dengan itu aku akan rajin dalam organisasi sehingga aku
akan sangat mungkin dan bereluang besar untuk menerima beasiswa aktifis. Namun
sekarang bagiku masih kurang soalnya beasiswa aktifis bias diajukan kalau minim
udah semester lanjut jadi aktifis beneran dan punya jabatan penting da lam organsasi nya, ya walau katanya itu
bukanlah sebuah syarat yang mutlak, oiyaa masalah prestasi pasti juga akan
diperhitungkan. Mengingat prestasi, kayaknya gak harus yang formal alias
akademik deh, non akademik juga bias ( diperhitungkan kok, mungkin malah lebih
utama coz kan aktipis pis).
Jika kau ikuti
adanya sebuah peluang entrepreneur kau akan dapat nilai plus selain dapat uang,
kau juga dapat membangun relasi dengan sebuah kelompok kerjasama, kau akan
belajar membangun sebuah bisnis, juga berlaku buat pelajran kwu kok. Akan tahu
abagaimana susahnya cari , kerja , usaha dapatkan uang, sehingga rasa syukur
itu tetap ada tanpa ada kata boros dan foya – foya. Namun kalau kau punya uang
banyak nantinya “ bujang kaya” jangan lupa sedekah ya, dan jangan sok – sok
hambur- hamburkan uang, satu lagi tetap tirakatnya, doanya, kuliahnya…
@ simak keinginan ku saat ini, dan selanjutnya
Aku ingin punya uang…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar