“ Maneer, coba semua pertanyaan ini untukku saja , jangan pada orang lain. Aku akan menjawab semuanya!”
“goed, tapi aku harus bersikap adil, selama ini kau sudah banyak kuberi pertanyaan”.
“Tidak ! kau tampak senang ketika melihatnya tidak bisa menjawab”.
“memang dia bodoh. Apa mau dikata lagi?”
“kami bodoh bukan karena kami bangsa Jawa, tetapi karena tak mau berusaha, itu saja, jangan kau kaitkan kebodohan denang bangsa yang dirundung kebodohan, kami akan buktikan kami bisa lebih cerdas dengan anak-anak berkulit putih. Kami lebih pintar melebihi kalian”!
Murid – murid berkulit putih dan berambut jagung terus menertawakan dan mengejek. NamunKobaran api dalam dada Kartini terus berkobar dan membubung ke angkasakebodohan bangsa Jawa.
“goed, tapi aku harus bersikap adil, selama ini kau sudah banyak kuberi pertanyaan”.
“Tidak ! kau tampak senang ketika melihatnya tidak bisa menjawab”.
“memang dia bodoh. Apa mau dikata lagi?”
“kami bodoh bukan karena kami bangsa Jawa, tetapi karena tak mau berusaha, itu saja, jangan kau kaitkan kebodohan denang bangsa yang dirundung kebodohan, kami akan buktikan kami bisa lebih cerdas dengan anak-anak berkulit putih. Kami lebih pintar melebihi kalian”!
Murid – murid berkulit putih dan berambut jagung terus menertawakan dan mengejek. NamunKobaran api dalam dada Kartini terus berkobar dan membubung ke angkasakebodohan bangsa Jawa.
_The Chronicle of KARTINI. 808.9 Pra C2:UPT perpus uns

Tidak ada komentar:
Posting Komentar