Karya : Dibyo
soemantri priambodo
Berjudul
Monolog
Kang Sastro
Sebuah renungan
tentang berbagai peristiwa dan perilaku anak manusia
6;57 WIB 7/13/14
Bersampul hitam dop, dengan ilustrasi sebuah wayang tokoh
semar dan iluminasi keemasan sebagai bingkai disisipi pengantar dari Susilo
Bambang Yudhoyono yang kini menjabat sebagai presiden RI kiranya mengarahkan
tangan saya untuk segera memungut dan melahap isi buku ini. Setebal xii+154
halaman, dengan cara penulisan yang sangat menawan lebih dari cukup membuat
saya tercengang,apalagi setelah membaca terlebih dulu riwayat penulis yang
tersaji di belakang pembahasan. Subhanalloh belum selesai terbengong harus lagi
berdecak kagum. Ada sebuah kesenangan dan kesedihan yang ditimbulkan, penulis
adalah seorang psikolog. Hebat tulisan yang sangat berkualitas menurut saya
tapi disisi lain akankah ada seorang selain psikolog yang berpikir hingga dapat
menulis artikel sebagai perenungan seperti ini? Sayang seribu sayang. Aku yang
payah justru tidak bergairah membaca, aku ingin memiliki buku ini. Adakah cara
lain selain mengkopinya menjadi sebuah exsemplar yang baru.. hahaha
Isinya hampir sama dengan buku yang pernah say abaca
berjudul murid goblok bertemu guru goblok,itu sih penulisnya juga hebat hanya
saja merendah diri seakan beliau bukan siapa-siapa padahal seorang professor
di..tit..tit. makanya banyak baca dong.
Setiap pembahasan diberi judul tersendiri hingga mencapai 34,
penyusunan kata yang sungguh elegan. Berikut daftar ini dalam buku ini; sebuah
catatan akhir tahun,smponi di bulan September,Elegi taman hati,belajar memahami
manusia,doa anak kepada ayahnya,angin timur dan perhelatan bangsa,impian
tentang profesionalitas,retaknya periuk nasi,kidung cinta tiada henti,membangun
desa bahagia,menyemai hati,membangun nurani,menyibak jendela jiwa,merajut
waktu.menghitung hari, old soldier has never die, perjalanan panjang, segenggam
harapan, prahara di pulau dewata, nyanyian rumpun bamboo, mimpi jadi tony
blair, merajut hari depan, getar dawai persahabatan,menacari hikmah dibulan
penuh berkah,menjaga cinta,merenda wira, senandung kehidupan, sindroma purna
kuasa,tembang kerinduan,seraut wajah kehidupan, bukan kisah misteri,saat
tereliminasi,situasi mengikis hati,menuju puncak,rumah kita,pergi bersama sang
waktu,harapan dikonser kehidupan. Huaaa …13/7 adalah akhir untuk peminjaman
buku. Aduh. Semoga lain waktu kita bisa bertemu 899.221 204 5 DIB m – upt
perpus BK.lt2
Sepenggal perenungan yang sangat saya sukai
Elegy taman hati
Adalah tamna yang sanagt indah. Disana berbagai jenis
tanaman dan bebungaan tumbuh dengan suburnya. Ada berbagai jenis anggrek,dari
jenis anggrek merpati,blue moon danpai blac orchideae yang asalnya dari daerah
papua. Ada berbagai jenis pakis yang sangat suka air samapi denagn jenis bunga
flamboyant yang tumbuh subur berbunga orange menyala serta aneka warna
bougenville yang merupakan tanaman ‘imigran’ dari amerka latin.
Buka itu saja,di tamana itu juga tumbuh pepohonan besar. Ada
berabgai jenis pohon pinus yang getahnya berabu harum seperti bisa menyembuhkan
penderita sesak napas. Pohon dewadaru yang saking teduhnay membuat orang yang
duduk dibawahnya akan terkantuk-kantuk, atau bajkan tertidur lelap dan mimpi
jadi direktur atau presiden. Bahkan rerumputan pun tumbuh dengan bebasnya di
taman tersebut. Ada rumput manila yang terkenal lembut, rumput gajah bisa
membuat geli telapak kaki sampai dengan batang iallang yang membuat pusing
tukang taman, lantaran tumbuhnya tidak teratur dan selalu muncul.
Pendek kata, taman
itu memang di’desain’ sedemikian rupa oleh sang empunya taman, sehingga
nantinya tamsnitu bisa menghasilkan ‘devisa’ bagi sang pemilik. Cona
tengok,rumput maupun ilalang yang selalu tumbuh kendati dipotong, ternyata bisa
menghasilkan uang lantaran rumput tadi bisa jadi pakan ternak. Berbagai jenis
anggrek jelas sangat menguntungkan lantaran setiap orang punya hajat pasti
membutuhkan bebungaan dan wewangian. Belum lagi pohon peneduh,yang setiap oran
gbisa duduk berlama-lama dibawah kesejukannya serta mengumbar impian indahnya
semabari menikmati kesiur angin pegunungan yang sepoi-sepoi.
@
Seluruh isi taman itu memang telah sesuai dengan tujaun
pemiliknya untuk memperoleh berbagai hasil yang menguntungkan. Dan berbagai
upaya untuk merawat teanaman serta pepohonan di teman tadi juga tidak terlalu
sederhana. Berbagai buku penyuluhan dari departemen pertanian dipelajari sang
pemilik maupun juru taman. Mereka semestinya memahami betul bahwa jenis pohon bougenville
tidak tahan air, sehingga jika ditaanam di tempat yang teduh ia tidak ataupun
kebanyakan dalam menyioram air,maka ia tidak akan tumbuh dnegan baik apalagi
berbunga. Sebaliknya dnegan pepohonan perdu yang sangat doyan air,seperti bunga
sedap malam dan pakis-pakisan dan sejenisnya, jika tukang taman menanam di
tempat yang langka air,maka tidak mustahil bebungaan tadi tidak tumbuh
sempurna. Atau bahkan mati!
Bahkan tukang tanamanpun semestinya juga tahu, kapan ia
harus memberi pupuk,kapan ia menyiangi rumput yang tumbuh dan kapan ia mulai
menyemaikan tanam-tanaman tadi sehingga bisa tumbuh dengan sehat serta
menghasilkan’devisa’ optimal bagi’juragannya’. Di dalam memilih pupukpun
ternyata tidak boleh sembarangan. Lantaran pabrik pupuk sudah menetapkan pupuk
mana yang berguna untuk pertumbuhan daun, pupuk mana untuk menguatkan akar dan
pupuk jenis mana yang berguna untuk memperbanyak buah. Barangkali yang agak
moderat hany apupuk alamiah yangkomposisinya disusun di… perut hewan, ataupun
memalui proses pembusukan alami dari dedaunan yang menjadi humus.
Dan dalam hal memindah tanamanpun juga tidak boleh
sembarangan, baik mealalui teknik mencangkok,okulasi,stek ataupun teknik yang
laonnya. Semua ternyata harus mengikuti metoda yang baik dan benar. Dan kendatipun
pepohonan dan bebungaan itu tidak pernah bisa berbicara ataupun mengeluh,namun
sang penjaga taman harus peka dalam melihat pertumbuhan setiap jenis tanaman,
lantaran jika lengah sedikit maka pohon itu akan segera layu dan akan mogok,
tidak mau memberikan hasil yang maksimal kepada si empunya taman. Lantas
akibanya pun bisa fatal lantaran tukang taman bisa kena’semprot’ si empunya
taman. Sementara itu si empunya taman bisa bangkrut lantaran para pelanggan
bunga anggrek maupun para turis domestic serta mencanegara yang biasanya
‘rekreasi’mengurangi’stres’di taman tersebut akan menurun,atau kabur ke taman
yang lain.
@
Dan kalaupun hal itu terjadi,maka tidak mustahil taman yang
semula demikian indah. Di sela-sela pepohonan bertiup angin yang semilir membawa
aroma bebungaan yang mewangi dan mmembuat segarbagi jiwa raga.. akan segera
berubah menjadi taman yang kering kerontang. Pepohonan layu,rerumputan dan
perdu yang semestinya hijau sejauh mata memandang akan jadi padang belantara.
Yang tampak hanyalah binatang kurus yang mengais-ngais akar rerumputan,tanahpun
kemudian akan tampak pecah-pecah lantaran’ekosistem’tidak berjalan lagi.
Lanats adakah yang diharapkan lagi,jika kita melihat taman
yang kering kerontang seperti itu? Adakah yang ingin kita harapkan hasilnya
dari system pertanian yang tidak mengikuti kaidah-kaidah alam? Dan masihkan
tersisa pemandangan alam yan indah untuk dipandang,jika ranting-ranting tak
lagi ditumbuhi dedaunan dan bunga-bungapun tak lagi mengeluarkan keharumannya?
Juru taman jelas akan merasakan kepedihan dan kegagalannya dalam merawat taman
yang dipercayakan kepadanya. Sementara itu si empunya taman prihatin lamntaran
tamannya tidak laku untuk dijual. Bahkan para pelanggan yang semula setia
membeli hasil budidaya taman tersebut barangkali tak kuasa menahan kesedihan
lantaran harus rela melepaskan hubungan baik yang terjalin selama ini.
Lantas siapakah yang pantas dipersalahkan dalam merawat
taman tersebut?apakah juru taman, yang semena-mena memindahkan segala macam
tanaman sesuai dengan seleranya,tanpa
mempertimbangkan sifat-sifat dasar tanaman yang harus selaras dengan
habitatnya?atau, salahkah si empunya taman yang terlalu percaya dan melepas
begitu saja kepercayaan itu tanpa kendali kepada juru taman? Atau, salahkan
tanaman itu sendiri, lantaran tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan yang
dibuat oleh sang juru taman?
@
Berbagai pertanyaanpun bisa bergumpal,menyumbat
kerongkongan. Dan jawabannya memang tidak hanya dari rumput yang bergoyang.
Ternyata system pertanian memang harus dipahami oleh setiap orang yang ingin
berkecimpung di bidang pertanian. Bahkan mereka yang ingin ‘bergumul’di satu
bidang,ia harus benar-benar memahami dan sekaligus menghayati’bidang
pergumulannya’tersebut. Lantaran jika tidak memahami,maka yang terjadi
Cuma’trial and error’ yang tidak mustahil bisa menggiringnya ke jalan yang
sesat.
Namun beruntunglah. Yang menjadi kering kerontang hanyalah
sebuah teman,atau yang tinggal ranting kering itu hanya pepohonan,atau yang
tidak menguarkan aroma harum hanyalah bebungaan. Sehingga sang juru taman bisa
berkolaborasi dengan sang empunya taman,seraya mendesah’dunia memang tidak
berpihak pada kami,iklim tidak lagi berpaling kepada kami dan cuacapun semakin
sulit diduga sehingga kami tidak bisa bercocok tanam dnegan baik…!’
Yang selayaknya patutdirenungkan saat ini adalah jika yang
erring kerontang itu adalah jiwa seseorang ,atau yang ranting-ranting meranggas
itu adalah hati nirani dan kalbu seseorang,kemudian yang tidak lagi menguarkan
aroma mewangi itu adalah daya cipta, kreativitas dan ethos kerja seseorang.
Betapa menyedihkannya,jika seseorang merasa ‘teralienasi’ bagaikan hidup di
taman yang kering ,duduk di bawah pohon yang meranggas,serta berjalan
tersuruk-suruk di atas tanah yang berbatu-batu. Mungkin hanya ada satu lagu
yang bisa menenagkan hatinya,yaitu “… ini dosa siapa? Ini dosa siapa…?” sebuah
senandung yang dilantunkan oleh Ebiet G. ade, berpuluh tahun silam ketika masih
ngontrka di sebuah rumah di daerah kadipaten kidul dan tidur hanya beralaskan
kasur tipis dengan tilam batik warna ungu…
Demikian salah satu isi buku ini. Ada banyak pemikiran dalam
perenungan yang dilakuakan sembari mengetik ulang artikel ini. Sepertinya aku
akan bisa membuat tulisan bertema sama namun dengan bahasan yang beda. Saya
bisa berpikir tentang abgaimana saya menimba ilmu dengan baik, mencari teman
hingga pacar, mengelola emosi dalam diri sendiri dan yang paling konyol dari
segalanya adalah. Saya ingin punya taman yang indah. Hahahah 8;05 Am

Tidak ada komentar:
Posting Komentar