Rabu, 29 Oktober 2014



Karya : Dibyo soemantri priambodo

Berjudul
Monolog Kang Sastro



Sebuah renungan tentang berbagai peristiwa dan perilaku anak manusia
6;57 WIB 7/13/14

Bersampul hitam dop, dengan ilustrasi sebuah wayang tokoh semar dan iluminasi keemasan sebagai bingkai disisipi pengantar dari Susilo Bambang Yudhoyono yang kini menjabat sebagai presiden RI kiranya mengarahkan tangan saya untuk segera memungut dan melahap isi buku ini. Setebal xii+154 halaman, dengan cara penulisan yang sangat menawan lebih dari cukup membuat saya tercengang,apalagi setelah membaca terlebih dulu riwayat penulis yang tersaji di belakang pembahasan. Subhanalloh belum selesai terbengong harus lagi berdecak kagum. Ada sebuah kesenangan dan kesedihan yang ditimbulkan, penulis adalah seorang psikolog. Hebat tulisan yang sangat berkualitas menurut saya tapi disisi lain akankah ada seorang selain psikolog yang berpikir hingga dapat menulis artikel sebagai perenungan seperti ini? Sayang seribu sayang. Aku yang payah justru tidak bergairah membaca, aku ingin memiliki buku ini. Adakah cara lain selain mengkopinya menjadi sebuah exsemplar yang baru.. hahaha

Isinya hampir sama dengan buku yang pernah say abaca berjudul murid goblok bertemu guru goblok,itu sih penulisnya juga hebat hanya saja merendah diri seakan beliau bukan siapa-siapa padahal seorang professor di..tit..tit. makanya banyak baca dong.
Setiap pembahasan diberi judul tersendiri hingga mencapai 34, penyusunan kata yang sungguh elegan. Berikut daftar ini dalam buku ini; sebuah catatan akhir tahun,smponi di bulan September,Elegi taman hati,belajar memahami manusia,doa anak kepada ayahnya,angin timur dan perhelatan bangsa,impian tentang profesionalitas,retaknya periuk nasi,kidung cinta tiada henti,membangun desa bahagia,menyemai hati,membangun nurani,menyibak jendela jiwa,merajut waktu.menghitung hari, old soldier has never die, perjalanan panjang, segenggam harapan, prahara di pulau dewata, nyanyian rumpun bamboo, mimpi jadi tony blair, merajut hari depan, getar dawai persahabatan,menacari hikmah dibulan penuh berkah,menjaga cinta,merenda wira, senandung kehidupan, sindroma purna kuasa,tembang kerinduan,seraut wajah kehidupan, bukan kisah misteri,saat tereliminasi,situasi mengikis hati,menuju puncak,rumah kita,pergi bersama sang waktu,harapan dikonser kehidupan. Huaaa …13/7 adalah akhir untuk peminjaman buku. Aduh. Semoga lain waktu kita bisa bertemu 899.221 204 5 DIB m – upt perpus BK.lt2
Sepenggal perenungan yang sangat saya sukai
Elegy taman hati

Adalah tamna yang sanagt indah. Disana berbagai jenis tanaman dan bebungaan tumbuh dengan suburnya. Ada berbagai jenis anggrek,dari jenis anggrek merpati,blue moon danpai blac orchideae yang asalnya dari daerah papua. Ada berbagai jenis pakis yang sangat suka air samapi denagn jenis bunga flamboyant yang tumbuh subur berbunga orange menyala serta aneka warna bougenville yang merupakan tanaman ‘imigran’ dari amerka latin.

Buka itu saja,di tamana itu juga tumbuh pepohonan besar. Ada berabgai jenis pohon pinus yang getahnya berabu harum seperti bisa menyembuhkan penderita sesak napas. Pohon dewadaru yang saking teduhnay membuat orang yang duduk dibawahnya akan terkantuk-kantuk, atau bajkan tertidur lelap dan mimpi jadi direktur atau presiden. Bahkan rerumputan pun tumbuh dengan bebasnya di taman tersebut. Ada rumput manila yang terkenal lembut, rumput gajah bisa membuat geli telapak kaki sampai dengan batang iallang yang membuat pusing tukang taman, lantaran tumbuhnya tidak teratur dan selalu muncul.
 Pendek kata, taman itu memang di’desain’ sedemikian rupa oleh sang empunya taman, sehingga nantinya tamsnitu bisa menghasilkan ‘devisa’ bagi sang pemilik. Cona tengok,rumput maupun ilalang yang selalu tumbuh kendati dipotong, ternyata bisa menghasilkan uang lantaran rumput tadi bisa jadi pakan ternak. Berbagai jenis anggrek jelas sangat menguntungkan lantaran setiap orang punya hajat pasti membutuhkan bebungaan dan wewangian. Belum lagi pohon peneduh,yang setiap oran gbisa duduk berlama-lama dibawah kesejukannya serta mengumbar impian indahnya semabari menikmati kesiur angin pegunungan yang sepoi-sepoi.
@
Seluruh isi taman itu memang telah sesuai dengan tujaun pemiliknya untuk memperoleh berbagai hasil yang menguntungkan. Dan berbagai upaya untuk merawat teanaman serta pepohonan di teman tadi juga tidak terlalu sederhana. Berbagai buku penyuluhan dari departemen pertanian dipelajari sang pemilik maupun juru taman. Mereka semestinya memahami betul bahwa jenis pohon bougenville tidak tahan air, sehingga jika ditaanam di tempat yang teduh ia tidak ataupun kebanyakan dalam menyioram air,maka ia tidak akan tumbuh dnegan baik apalagi berbunga. Sebaliknya dnegan pepohonan perdu yang sangat doyan air,seperti bunga sedap malam dan pakis-pakisan dan sejenisnya, jika tukang taman menanam di tempat yang langka air,maka tidak mustahil bebungaan tadi tidak tumbuh sempurna. Atau bahkan mati!
Bahkan tukang tanamanpun semestinya juga tahu, kapan ia harus memberi pupuk,kapan ia menyiangi rumput yang tumbuh dan kapan ia mulai menyemaikan tanam-tanaman tadi sehingga bisa tumbuh dengan sehat serta menghasilkan’devisa’ optimal bagi’juragannya’. Di dalam memilih pupukpun ternyata tidak boleh sembarangan. Lantaran pabrik pupuk sudah menetapkan pupuk mana yang berguna untuk pertumbuhan daun, pupuk mana untuk menguatkan akar dan pupuk jenis mana yang berguna untuk memperbanyak buah. Barangkali yang agak moderat hany apupuk alamiah yangkomposisinya disusun di… perut hewan, ataupun memalui proses pembusukan alami dari dedaunan yang menjadi humus.
Dan dalam hal memindah tanamanpun juga tidak boleh sembarangan, baik mealalui teknik mencangkok,okulasi,stek ataupun teknik yang laonnya. Semua ternyata harus mengikuti metoda yang baik dan benar. Dan kendatipun pepohonan dan bebungaan itu tidak pernah bisa berbicara ataupun mengeluh,namun sang penjaga taman harus peka dalam melihat pertumbuhan setiap jenis tanaman, lantaran jika lengah sedikit maka pohon itu akan segera layu dan akan mogok, tidak mau memberikan hasil yang maksimal kepada si empunya taman. Lantas akibanya pun bisa fatal lantaran tukang taman bisa kena’semprot’ si empunya taman. Sementara itu si empunya taman bisa bangkrut lantaran para pelanggan bunga anggrek maupun para turis domestic serta mencanegara yang biasanya ‘rekreasi’mengurangi’stres’di taman tersebut akan menurun,atau kabur ke taman yang lain.
@
Dan kalaupun hal itu terjadi,maka tidak mustahil taman yang semula demikian indah. Di sela-sela pepohonan bertiup angin yang semilir membawa aroma bebungaan yang mewangi dan mmembuat segarbagi jiwa raga.. akan segera berubah menjadi taman yang kering kerontang. Pepohonan layu,rerumputan dan perdu yang semestinya hijau sejauh mata memandang akan jadi padang belantara. Yang tampak hanyalah binatang kurus yang mengais-ngais akar rerumputan,tanahpun kemudian akan tampak pecah-pecah lantaran’ekosistem’tidak berjalan lagi.
Lanats adakah yang diharapkan lagi,jika kita melihat taman yang kering kerontang seperti itu? Adakah yang ingin kita harapkan hasilnya dari system pertanian yang tidak mengikuti kaidah-kaidah alam? Dan masihkan tersisa pemandangan alam yan indah untuk dipandang,jika ranting-ranting tak lagi ditumbuhi dedaunan dan bunga-bungapun tak lagi mengeluarkan keharumannya? Juru taman jelas akan merasakan kepedihan dan kegagalannya dalam merawat taman yang dipercayakan kepadanya. Sementara itu si empunya taman prihatin lamntaran tamannya tidak laku untuk dijual. Bahkan para pelanggan yang semula setia membeli hasil budidaya taman tersebut barangkali tak kuasa menahan kesedihan lantaran harus rela melepaskan hubungan baik yang terjalin selama ini.
Lantas siapakah yang pantas dipersalahkan dalam merawat taman tersebut?apakah juru taman, yang semena-mena memindahkan segala macam tanaman sesuai dengan seleranya,tanpa  mempertimbangkan sifat-sifat dasar tanaman yang harus selaras dengan habitatnya?atau, salahkah si empunya taman yang terlalu percaya dan melepas begitu saja kepercayaan itu tanpa kendali kepada juru taman? Atau, salahkan tanaman itu sendiri, lantaran tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan yang dibuat oleh sang juru taman?
@
Berbagai pertanyaanpun bisa bergumpal,menyumbat kerongkongan. Dan jawabannya memang tidak hanya dari rumput yang bergoyang. Ternyata system pertanian memang harus dipahami oleh setiap orang yang ingin berkecimpung di bidang pertanian. Bahkan mereka yang ingin ‘bergumul’di satu bidang,ia harus benar-benar memahami dan sekaligus menghayati’bidang pergumulannya’tersebut. Lantaran jika tidak memahami,maka yang terjadi Cuma’trial and error’ yang tidak mustahil bisa menggiringnya ke jalan yang sesat.
Namun beruntunglah. Yang menjadi kering kerontang hanyalah sebuah teman,atau yang tinggal ranting kering itu hanya pepohonan,atau yang tidak menguarkan aroma harum hanyalah bebungaan. Sehingga sang juru taman bisa berkolaborasi dengan sang empunya taman,seraya mendesah’dunia memang tidak berpihak pada kami,iklim tidak lagi berpaling kepada kami dan cuacapun semakin sulit diduga sehingga kami tidak bisa bercocok tanam dnegan baik…!’
Yang selayaknya patutdirenungkan saat ini adalah jika yang erring kerontang itu adalah jiwa seseorang ,atau yang ranting-ranting meranggas itu adalah hati nirani dan kalbu seseorang,kemudian yang tidak lagi menguarkan aroma mewangi itu adalah daya cipta, kreativitas dan ethos kerja seseorang. Betapa menyedihkannya,jika seseorang merasa ‘teralienasi’ bagaikan hidup di taman yang kering ,duduk di bawah pohon yang meranggas,serta berjalan tersuruk-suruk di atas tanah yang berbatu-batu. Mungkin hanya ada satu lagu yang bisa menenagkan hatinya,yaitu “… ini dosa siapa? Ini dosa siapa…?” sebuah senandung yang dilantunkan oleh Ebiet G. ade, berpuluh tahun silam ketika masih ngontrka di sebuah rumah di daerah kadipaten kidul dan tidur hanya beralaskan kasur tipis dengan tilam batik warna ungu…
Demikian salah satu isi buku ini. Ada banyak pemikiran dalam perenungan yang dilakuakan sembari mengetik ulang artikel ini. Sepertinya aku akan bisa membuat tulisan bertema sama namun dengan bahasan yang beda. Saya bisa berpikir tentang abgaimana saya menimba ilmu dengan baik, mencari teman hingga pacar, mengelola emosi dalam diri sendiri dan yang paling konyol dari segalanya adalah. Saya ingin punya taman yang indah. Hahahah 8;05 Am

Tidak ada komentar:

Posting Komentar